Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan kembali memperlihatkan konsistensinya dalam menghadirkan pembinaan moral dan spiritual bagi warga binaan. Pada Jumat (21/11/2025), Rutan Balikpapan menggelar rangkaian kegiatan keagamaan melalui Shalat Jumat berjamaah serta program sosial Jumat Berkah, yang menjadi bagian dari agenda pembinaan rutin untuk memperkuat karakter dan stabilitas emosional para warga binaan.

Kegiatan diawali dengan Shalat Jumat berjamaah di Masjid Asy-Syuhada Rutan Balikpapan, yang diikuti oleh warga binaan dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Khutbah yang disampaikan pada kesempatan itu mengangkat pesan tentang pentingnya menjaga kualitas iman, memperbaiki perilaku, serta menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk melakukan refleksi diri secara mendalam. Penguatan akhlak dan dorongan untuk kembali pada nilai-nilai kebaikan menjadi inti pesan yang disampaikan kepada seluruh jamaah.

Setelah prosesi ibadah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan program Jumat Berkah, yaitu pemberian makanan tambahan kepada warga binaan. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk kepedulian Rutan terhadap pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi sarana memperkuat interaksi positif di antara warga binaan. Kehangatan yang tercipta dalam kegiatan tersebut mencerminkan upaya Rutan untuk menghadirkan suasana pembinaan yang lebih manusiawi, penuh kebersamaan, serta mendorong warga binaan agar saling mendukung dalam proses perubahan diri.

Kepala Rutan Balikpapan, Agus Salim, menuturkan bahwa kegiatan religius dan sosial seperti ini merupakan bagian integral dari strategi pembinaan. Menurutnya, pendekatan spiritual terbukti mampu memberi ketenangan batin dan membantu warga binaan lebih siap menghadapi berbagai tantangan selama menjalani masa pidana. “Melalui Shalat Jumat dan program Jumat Berkah, kami ingin menghadirkan lingkungan yang lebih harmonis serta membantu warga binaan membangun kedisiplinan, kesadaran diri, dan motivasi untuk terus memperbaiki diri,” ujarnya.

Agus menambahkan bahwa dukungan moral dan spiritual yang diberikan secara konsisten berperan penting dalam mempersiapkan warga binaan menghadapi proses reintegrasi sosial ketika kembali ke masyarakat. Ia percaya bahwa pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan akan memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan karakter mereka.

Rutan Balikpapan berkomitmen untuk terus memperluas program pembinaan, baik dalam bentuk kegiatan keagamaan, sosial, maupun pembelajaran lainnya, yang disusun sesuai kebutuhan dan kondisi warga binaan. Melalui langkah-langkah pembinaan yang terarah ini, diharapkan warga binaan mampu memperbaiki kualitas hidup, membangun mental yang lebih kuat, serta kembali menjadi individu yang lebih bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan ketika bebas nanti. (*/day)