Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), subholding dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero), terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan pelayaran. Kali ini, SPJM fokus pada layanan pemanduan kapal di area bawah jembatan, khususnya di perairan sungai yang memiliki karakteristik unik dan tingkat risiko tinggi.

Pelayanan pemanduan di ruang bawah jembatan menghadirkan tantangan tersendiri, mulai dari dinamika aliran air sungai, ketinggian jembatan, lebar bentang, hingga variasi ukuran kapal yang melintas. Guna mengantisipasi potensi kecelakaan, SPJM melakukan program peningkatan keselamatan (safety improvement) yang dilaksanakan dalam tiga tahap.

Menurut SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, saat ini telah direalisasikan Tahap I berupa pengadaan alat pengukur ketinggian muatan dan water level indicator. “Kami sudah pasang 2 unit di Jembatan Martadipura dan 4 unit di Jembatan Mahakam. Untuk water level indicator, ada 2 unit di Mahakam dan satu lagi akan dipasang di Martadipura bersama mitra pemilik barang,” jelas Patrick.

Langkah ini akan berlanjut ke Tahap II dengan pemasangan water current sensor, laser range finder, serta alat deteksi ketinggian lainnya di Mahakam dan Ampera Palembang. Tahap akhir adalah integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) melalui CCTV Analytics untuk pemantauan otomatis ketinggian kapal.

“SPJM juga menambahkan 1 unit Tunda Escort di Jembatan Mahakam sejak Februari 2025 sebagai bentuk dukungan operasional,” tambah Patrick. Peningkatan SOP pemanduan serta sosialisasi internal juga telah dilakukan guna mendukung efisiensi dan keamanan pelayaran di jalur strategis tersebut. (*/day)