Warga Binaan Perempuan Larut dalam Kekhidmatan Pengajian di Rutan Balikpapan
Agus Salim: Pembinaan Spiritual Bekal Warga Binaan untuk Menata Masa Depan
NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Suasana khusyuk menyelimuti Aula Blok Wanita Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan, Rabu (1/10/2025). Puluhan warga binaan perempuan larut dalam lantunan ayat suci Al-Qur’an, tausiyah, serta doa bersama dalam rangkaian pengajian rutin yang menjadi bagian dari program pembinaan kerohanian di Rutan.
Kegiatan yang dipandu Samidi selaku Pengelola Pembinaan Kepribadian ini bukan sekadar seremonial, melainkan wadah pembentukan karakter dan keteguhan iman. Melalui pembinaan spiritual ini, warga binaan diarahkan untuk menemukan ketenangan batin, memperkuat keyakinan, sekaligus membangun kesadaran diri agar siap menata kembali kehidupan usai menjalani masa pidana.
Kepala Rutan Balikpapan, Agus Salim, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan pilar penting dalam membentuk pribadi yang lebih matang secara mental dan spiritual. “Pengajian ini kami harapkan mampu memperkuat kesabaran dan keteguhan hati warga binaan. Dengan landasan iman yang kokoh, mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik, siap kembali ke masyarakat, dan tidak mengulangi kesalahan masa lalu,” tuturnya.
Agus Salim menambahkan, selain pelatihan keterampilan dan kemandirian, pembinaan kerohanian menjadi pondasi utama agar proses reintegrasi sosial berjalan efektif. Menurutnya, keimanan yang kuat adalah benteng terkuat bagi warga binaan dalam menghadapi godaan dan tekanan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kekhidmatan pengajian terlihat jelas dari antusiasme para peserta yang mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh kesungguhan. Bagi warga binaan, kesempatan ini menjadi ruang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus menumbuhkan optimisme bahwa masa depan masih bisa diperbaiki dengan jalan taubat dan pengabdian positif.
“Dengan adanya pengajian rutin ini, kami berharap seluruh warga binaan perempuan benar-benar mampu mengambil hikmah dan mengamalkannya dalam kehidupan, baik di balik jeruji maupun setelah bebas. Inilah bekal yang paling berharga untuk melangkah kembali ke tengah masyarakat,” tambah Agus Salim.
Melalui program pembinaan kepribadian berbasis spiritual seperti ini, Rutan Balikpapan menunjukkan komitmen kuat untuk menghadirkan perubahan nyata. Pembinaan tidak hanya menyentuh aspek lahiriah, tetapi juga menata jiwa dan hati, agar warga binaan mampu pulang sebagai pribadi yang lebih tangguh, beriman, dan bermanfaat bagi lingkungannya. (day)
Tinggalkan Balasan