KPU Balikpapan Gelar Simulasi Pemilu Serentak 2024 untuk Pastikan Kesiapan Teknis
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Dalam rangka memastikan kesiapan teknis untuk pelaksanaan Pemilu Serentak 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara untuk pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur serta Wali Kota-Wakil Wali Kota Balikpapan. Acara ini berlangsung di Kantor KPU Balikpapan dengan melibatkan berbagai pihak terkait dalam pelaksanaan pemilu.
Ketua KPU Balikpapan, Prakoso Yudo Lelono, menjelaskan bahwa simulasi ini merupakan langkah penting dalam mempersiapkan petugas pemilu di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Simulasi ini berfungsi sebagai gladi bersih bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), agar mereka dapat memahami dan mengantisipasi potensi permasalahan di lapangan,” ujar Yudo.
Salah satu perhatian utama dalam simulasi ini adalah pengelolaan Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), serta Daftar Pemilih Khusus (DPK). Ketidakakuratan dalam daftar pemilih, menurut Yudo, dapat memicu pemungutan suara ulang (PSU), yang tentunya berdampak negatif pada jalannya pemilu.
Selain itu, simulasi juga menyoroti pentingnya ketelitian dalam penghitungan dan pencatatan hasil suara untuk meminimalkan kesalahan teknis. “Terkadang kesalahan kecil dalam penghitungan atau penulisan hasil bisa berakibat fatal. Kami ingin memastikan hal tersebut tidak terjadi,” tambahnya.
Menjelang hari pemungutan suara pada 27 November, KPU Balikpapan telah menjadwalkan sejumlah kegiatan penting. Pelantikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan dilakukan pada 7 November, disusul bimbingan teknis untuk KPPS pada 10-13 November.
Dari sisi logistik, tahapan sortir, pengepakan, dan pelabelan surat suara serta alat pendukung TPS telah dimulai. Distribusi logistik ke kelurahan dijadwalkan pada 24 November, dengan target seluruhnya tiba di TPS pada 26 November.
Yudo mengungkapkan bahwa perhatian khusus diberikan pada kualitas surat suara, mengingat dua jenis kerusakan yang sering terjadi adalah cacat produksi dan kerusakan akibat pengepakan. “Beberapa masalah seperti tinta yang luber atau potongan kertas tidak sempurna telah kami antisipasi melalui proses sortir ketat,” jelasnya.
Melalui simulasi ini, KPU Balikpapan menunjukkan komitmennya untuk menjamin kelancaran pemilu yang aman, transparan, dan tertib. Dengan persiapan yang matang dan antisipasi terhadap berbagai tantangan, KPU berharap proses pemilu berjalan tanpa hambatan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap suara masyarakat dihitung dengan jujur dan akurat,” tutup Yudo. (Adv/day)

Tinggalkan Balasan