Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Puskesmas Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, memperkenalkan inovasi pelayanan kesehatan tradisional melalui program “BERKAT ASRI MANTAP” (Berdaya dan Sejahtera dalam Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga dan Akupresur). Program ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat dalam memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan teknik akupresur sebagai solusi kesehatan mandiri berbasis kearifan lokal.

Katrin Pasaribu, fasilitator program ini, menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan tradisional memiliki peran penting dalam masyarakat Indonesia. Dimanfaatkan untuk pencegahan, promosi kesehatan, hingga rehabilitasi, pelayanan ini didorong untuk berkembang sesuai rekomendasi WHO dan peraturan pemerintah.

“Puskesmas sebagai pelaksana pelayanan kesehatan tradisional harus memiliki tenaga terlatih, melaksanakan asuhan mandiri berbasis ramuan herbal, dan menyediakan keterampilan yang dibutuhkan masyarakat,” ungkap Katrin.

“BERKAT ASRI MANTAP” bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang kesehatan tradisional. Program ini telah diterapkan di berbagai posyandu balita, lansia, dan kelas ibu hamil di wilayah Gunung Bahagia dan Sungai Nangka. Layanan yang ditawarkan mencakup:

  • Pembuatan ramuan herbal.
  • Teknik penyimpanan ramuan.
  • Penerapan akupresur untuk berbagai kebutuhan kesehatan.

“Masyarakat diajarkan cara memanfaatkan TOGA dan akupresur secara praktis. Program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman kesehatan tradisional, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat,” kata Katrin.

Untuk mempermudah masyarakat mendapatkan informasi, program ini menyediakan tautan digital di https://taplink.cc/gubah. Tautan ini menawarkan 12 menu pilihan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, menjadikan informasi lebih mudah diakses dibandingkan metode manual sebelumnya.

“Inovasi ini memungkinkan masyarakat mendapatkan informasi dan panduan kapan saja, sehingga mereka bisa langsung mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari,” tambah Katrin.

Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dalam mengelola masalah kesehatan sehari-hari dengan pendekatan yang berbasis pada kearifan lokal. Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 103 Tahun 2014 yang mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tradisional.

“BERKAT ASRI MANTAP tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan tradisional, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk lebih memanfaatkan sumber daya kesehatan di lingkungan mereka,” tutup Katrin. (Adv/day)