Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Balikpapan, Andi Arif Agung, menegaskan pentingnya regulasi perumahan yang lebih terencana guna mengantisipasi lonjakan populasi di kota ini. Dalam Rapat Paripurna ke-2 Masa Sidang II Tahun Sidang 2024/2025, ia menyoroti perlunya perencanaan tata ruang yang matang agar pertumbuhan pemukiman tetap terkendali dan layak huni.

“Dengan semakin banyaknya penduduk yang masuk ke Balikpapan, kita perlu memastikan bahwa pembangunan kawasan perumahan dan pemukiman tidak hanya berkembang pesat, tetapi juga tertata dengan rapi dan layak huni,” ujar Andi.

Ia menekankan bahwa tanpa regulasi yang jelas, kota ini bisa menghadapi permasalahan yang sama seperti kota-kota besar lainnya, di mana ketidakteraturan tata ruang berujung pada munculnya kawasan kumuh dan infrastruktur yang tidak memadai.

“Kebutuhan perumahan di Balikpapan saat ini sangat mendesak, terutama setelah kota ini menjadi pintu gerbang bagi Ibu Kota Negara (IKN). Jika tidak diatur dengan baik, dampaknya bisa sangat kompleks, mulai dari masalah sosial hingga penurunan kualitas hidup warga,” tambahnya.

DPRD Balikpapan berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah pusat dalam menyusun regulasi yang mampu mengakomodasi pertumbuhan ini. Selain itu, Andi juga mendorong pemerintah pusat untuk memberikan dukungan lebih dalam pengelolaan sektor perumahan di Balikpapan, mengingat kota ini akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan permukiman di masa depan.

“Kita mengharapkan adanya kebijakan dan bantuan konkret dari pemerintah pusat dalam mendukung pengelolaan perumahan di Balikpapan. Dengan regulasi yang tepat, kita bisa memastikan bahwa kota ini berkembang secara terencana tanpa mengorbankan kenyamanan dan kesejahteraan warganya,” jelasnya.

Regulasi perumahan yang sedang dibahas ini diharapkan mampu menjaga kualitas hidup masyarakat dan mencegah potensi masalah sosial akibat perencanaan kota yang kurang matang. DPRD Balikpapan menegaskan bahwa pengelolaan sektor ini akan menjadi salah satu prioritas utama ke depan. (Adv)