Adu Konsep Figur Calon Direktur PDAM Ogomalane, Hikma Ma’ruf Asli (Bag 2)
Optimalkan Jaringan, Tunggakan Minim, Yakin Target PAD Tercapai
Hikma Ma’ruf Asli, S.Pd.T, MH, tokoh pemuda Tolitoli ikut disebut-sebut bakal masuk bursa seleksi calon Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ogomalane Tolitoli.
Apa saja konsep yang disiapkan Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) ini.
Ahmad Hamdani, Tolitoli
NUSSA.CO – Sibuk luar biasa di organisasi, Hikma Ma’ruf Asli masih sempat meneropong sektor pelayanan publik, terkhusus pelayanan air bersih PDAM Ogomalane yang dinilai banyak kalangan sebagai perusahaan daerah, minim laba.
Tak mampu menghasilan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sindir Hikma, bukan karena PDAM tidak mampu mengelola sumber air. Owner dan CEO di PT. Triputra Media Nusantara ini justru semringah melihat potensi sumber air melimpah, tapi kurang diurus.
“Sumber air so dekat, air dimana-mana, dari gunung, air resapan, debit hujan tinggi. Tapi, keluhan warga tak pernah berhenti. Hujan sedikit, air mampet hingga 2 hari, airnya keruh, filter tak mampu menyaring air baku. Ini problem besar,” sahutnya miris.
Ketua Umum Liga Eksponen 98 dan Ketua umum DKN Poros Luar Jawa ini, punya konsep sederhana supaya PDAM Ogomalane “tidak salah urus”, yakni dengan optimalisasi ketersediaan dan jaringan pipanisasi di tiap kecamatan, dan membentuk komunitas warga peduli air bersih di tiap kecamatan dan desa.
“Layanan air bersih PDAM baru di 4 kecamatan, itupun belum maksimal, masih ada 6 kecamatan belum teraliri hingga ke desa-desa. Di satu sisi, pipa tua sudah mulai keropos, bocor, air dicuri, tanpa meteran, macet, belum lagi kasus-kasus internal. Maka konsep saya adalah perbaiki sistem pelayanan dan membangun jaringan, seiring perbaikan SDM juga dilakukan,” tuturnya.
Lanjut Hikmah, pemetaan jaringan pipanisasi sangatlah urgen dan penting, karena hidup matinya pelayanan air bersih sangat bergantung pada kondisi pipa jaringan yang ada. Pipanisasi di Tolitoli masih amburadul.
Contoh di Kecamatan Baolan, ibukota Kabupaten Tolitoli, jaringan pipanisasi menurutnya tidak terurus dengan baik. Hanya sebagian kecil jaringan diremajakan, sementara di kawasan pemukiman padat penduduk belum banyak terjamah. Kebanyakan warga, ketika air macet, terpaksa membeli air tanki, berwudhu dengan air galon, mencuci di sungai atau kolam penampungan, serta air penampungan darurat.
Selain itu, yang perlu disorot adalah standarisasi atau spek pemasangan pipa yang belum diketahui apakah sesuai spek teknis atau asal-asalan, karena banyak warga mengeluhkan pipa bocor, patah terlindas kendaraan serta puluhan keluhan lainnya.
“Intinya sistem jaringan perpipaan di Kabupaten Tolitoli sangat memprihatinkan, ini yang harus dibenahi, setelah itu baru kita melangkah pada perbaikan sistem pembayaran, upgrade SDM, dan bicara soal kesejahteraan pegawai,” kritiknya.
Setelah perbaikan sistem pelayanan dan jaringan pipanisasi, ia yakin, tingginya jumlah tunggakan atau hutang pembayaran air secara bertahap akan semakin berkurang. Sebab, jika distribusi air memuaskan, pelanggan pastinya gembira untuk menunaikan kewajiban membayar iuran. “Itulah reward pelanggan untuk PDAM,” ujarnya.
Nah, dari sejumlah persoalan pelik yang dihadapi PDAM Ogomalane saat ini, Hikma merangkum beberapa catatan, di antaranya, perlunya pembenahan manajemen PDAM, maksimalkan peran karyawan dalam konteks pelayanan dengan memberlakukan reward and phunisment, manajemen PDAM harus terbuka dan transparan. Komunikatif dan mampu melibatkan partisipasi pelanggan/masyarakat terutama dalam pengawasan dan pengaduan. Meningkatkan daya tampung reservoar penampungan dan reservoar distribusi. Membuka ruang investasi pembangunan infrastruktur penampungan, IPA dan jaringan distribusi. Pelayanan dan penagihan berbasis IT.
Kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama penegak hukum, polisi, kejaksaan dalam penjelasan piutang. Langkah pemutihan adalah opsi terakhir, itu pun harus melalui hasil kajian dan konsultasi dengan instansi negara lainnya seperti BPK atau BPKP.
Penggunaan dana APBD hanya jika untuk membuka jaringan baru di kecamatan lainnya yang belum tersedia jaringan layan PDAM atau pembenahan infrastruktur lama yang melalui kajian khusus bersama Pemda dan DPRD.
Sedangkan mengenai komunitas warga peduli air bersih di bawah binaan PDAM Ogomalane, juga salah satu upaya mengatasi kendala pelayanan di tengah masyarakat, menjadi wadah mencari solusi permasalahan.
“Bagi saya simpel, jaringan optimal, pelanggan puas, pastinya pemerintah daerah akan semakin mantap untuk menyisipkan anggaran demi optimalnya pelayanan ke masyarakat. Dari situ, saya yakin PDAM akan mampu mencetak sejarah baru, laba PAD,” yakinnya. (**)
Tinggalkan Balasan