Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Japar Sidik, menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap rantai distribusi bahan pokok menjelang Ramadan. Arus suplai dari tingkat agen hingga pengecer di pasar tradisional menjadi fokus utama pemantauan guna mencegah praktik penimbunan yang dapat memicu lonjakan harga dan merugikan masyarakat.

“Kami turun langsung ke pasar untuk memastikan stok mencukupi dan harga tetap terkendali. Jika ditemukan praktik penimbunan, tentu akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” tegas Japar Sidik, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Setidaknya tiga pasar tradisional menjadi sasaran utama sidak kali ini, yaitu Pasar Klandasan, Sepinggan di Balikpapan Selatan, dan Pasar Pandansari di Balikpapan Barat. Sejumlah komoditas utama yang menjadi perhatian meliputi cabai, bawang, daging ayam, dan daging sapi—bahan pokok yang kerap mengalami lonjakan harga saat Ramadan.

Sejauh ini, Komisi II belum menemukan kenaikan harga bahan pokok yang signifikan. Sejumlah komoditas seperti sayur-mayur, ikan, lauk-pauk, dan kebutuhan lainnya masih terpantau stabil baik dari segi harga maupun ketersediaan. Namun, potensi lonjakan harga tetap ada seiring meningkatnya permintaan masyarakat saat Ramadan semakin dekat.

“Kami melihat adanya indikasi kenaikan harga secara bertahap. Ini merupakan fenomena umum menjelang Ramadan karena meningkatnya permintaan. Namun, harga seharusnya tetap dalam batas kewajaran jika distribusi berjalan lancar dan stok mencukupi,” jelasnya.

Melalui pengawasan ini, DPRD Balikpapan berupaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan stok dan stabilitas harga agar masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga yang tidak terkendali. (Adv)