Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Suasana Gedung PEPABRI Balikpapan Kota, Sabtu (23/5/2026), berubah menjadi arena adu strategi dan intelektualitas. Ratusan peserta dari berbagai kalangan memadati lokasi untuk mengikuti Turnamen Catur Perdana yang digelar Forum Komunikasi Keluarga Besar Batak Bersatu (FKKBB).

Tak sekadar kompetisi olahraga, turnamen kategori umum non master ini menjadi ruang silaturahmi lintas paguyuban, marga, generasi, hingga komunitas masyarakat di Kota Balikpapan.

Peserta yang ambil bagian pun datang dari berbagai usia. Mulai pecatur senior, remaja, hingga anak-anak turut bersaing menunjukkan kemampuan terbaik di atas papan catur.

Ketua Umum FKKBB, Ir. Sutan Manalu menegaskan, turnamen tersebut lahir bukan hanya untuk mencari pemenang, tetapi membangun kedekatan sosial dan memperkuat nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini masyarakat bisa saling berinteraksi, berkomunikasi, membangun persaudaraan dan menjaga kondusivitas kota. Ini bukan hanya soal catur, tapi soal memperkuat kebersamaan,” ujarnya.

Menurutnya, olahraga catur memiliki nilai strategis dalam membangun karakter, kedisiplinan, kecerdasan berpikir, hingga solidaritas sosial antar masyarakat.

Ia menilai interaksi langsung dalam kegiatan positif seperti turnamen olahraga mampu mempererat hubungan sosial yang selama ini mulai terkikis oleh kesibukan dan perkembangan teknologi.

“Harapan kami setelah turnamen ini lahir hubungan yang lebih erat, komunikasi yang lebih baik, serta kekompakan antar masyarakat yang semakin kuat,” katanya.

Turnamen perdana ini juga menjadi momentum penting bagi FKKBB untuk membuka ruang pembinaan atlet catur muda di Balikpapan.

Peserta lintas generasi tampak serius adu strategi dalam Turnamen Catur Forum Komunikasi Keluarga Besar Batak Bersatu yang digelar di Gedung PEPABRI Balikpapan, Sabtu (23/5/2026). Antusiasme ratusan peserta dari kalangan dewasa hingga anak-anak menjadi bukti olahraga catur tetap diminati dan menjadi wadah mempererat persaudaraan, sportivitas, serta melahirkan bibit pecatur potensial di Kota Balikpapan.

Di tengah ratusan peserta, beberapa pecatur muda ikut mencuri perhatian. Di antaranya Bagas Falentino yang berusia 15 tahun hingga Gabriel Edzha Sihombing yang masih berusia 8 tahun.

Menurut Sutan, munculnya peserta usia muda menjadi sinyal positif bahwa olahraga catur masih memiliki masa depan besar di Balikpapan.

Ia berharap dari turnamen tersebut nantinya lahir pecatur-pacatur potensial yang mampu mengikuti jejak atlet catur internasional asal Balikpapan, Chelsea.

“Ke depan kami ingin turnamen ini bukan hanya menjadi agenda kompetisi, tapi juga wadah melahirkan atlet-atlet berprestasi hingga tingkat daerah, nasional bahkan internasional,” tegasnya.

Besarnya antusiasme peserta dalam turnamen perdana ini membuat FKKBB berkomitmen menjadikan ajang tersebut sebagai agenda rutin tahunan. Selain memperkuat silaturahmi antar masyarakat, kegiatan itu juga diharapkan menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan kemampuan intelektual melalui olahraga catur. (day)