Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan memastikan program pembagian seragam sekolah gratis akan tetap dilanjutkan pada tahun 2025. Program ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota dalam mendukung dunia pendidikan serta meringankan beban orang tua murid, khususnya mereka yang kurang mampu.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa program tersebut akan terus berjalan meskipun terjadi penyesuaian anggaran di beberapa sektor. Menurutnya, efisiensi anggaran tidak akan mengganggu program prioritas di bidang pendidikan, seperti pemberian seragam gratis. “Pemkot melakukan efisiensi pada sektor lain, seperti biaya perjalanan dinas, rapat di hotel, dan seminar. Namun, untuk program yang berdampak langsung pada masyarakat, seperti seragam sekolah gratis, tetap akan kami jalankan,” ujar Bagus.

Program seragam gratis ini mencakup siswa di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga satuan pendidikan nonformal seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan saat ini tengah melakukan pendataan siswa yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Pendataan ini meliputi siswa kelas 6 SD serta peserta pendidikan kesetaraan, baik dari sekolah negeri maupun swasta, untuk memastikan bantuan seragam dapat diberikan secara tepat sasaran pada tahun ajaran 2026/2027. “Kami sedang mendata siswa yang akan masuk ke jenjang pendidikan berikutnya agar program ini bisa berjalan optimal,” jelas Bagus.

Setiap siswa SD yang menerima bantuan ini akan mendapatkan tiga jenis seragam, yakni seragam putih-merah, seragam pramuka, dan seragam batik. Begitu pula siswa SMP akan menerima seragam putih-biru, seragam pramuka, dan seragam batik.

Program ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Balikpapan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang berfokus pada pembangunan sumber daya manusia unggul. Bagus menegaskan bahwa upaya ini menjadi langkah strategis Pemkot dalam menciptakan generasi yang lebih berkualitas dan berdaya saing. (Adv/DiskominfoBpp)