Anggaran Perindustrian PPU Menyusut Drastis, Kegiatan Nasional Dibatasi
NUSSA.CO, PPU – Efisiensi anggaran yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berimbas pada berbagai sektor, termasuk kegiatan di bidang perindustrian yang dikelola Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM Perindag) Kabupaten PPU. Akibat kebijakan tersebut, sejumlah program dan kegiatan di bidang perindustrian terpaksa mengalami penyesuaian.
Kepala Bidang Perindustrian Dinas KUKM Perindag PPU, Syamsul Adha, mengungkapkan bahwa salah satu dampak signifikan dari efisiensi anggaran adalah pemangkasan biaya perjalanan dinas hingga 50 persen. Hal ini berimbas pada keterbatasan pihaknya dalam mengikuti berbagai agenda berskala nasional yang sebelumnya rutin dihadiri untuk meningkatkan promosi sektor industri daerah.
“Kami hanya dapat mengikuti kegiatan yang bersifat prioritas dan sejalan dengan program nasional. Kegiatan yang tidak terkait dengan program tersebut harus kami sesuaikan dengan kondisi anggaran,” jelas Syamsul.
Ia menambahkan bahwa pemangkasan anggaran ini turut berdampak pada program penanggulangan kemiskinan yang dikelola Bidang Perindustrian. Dengan anggaran yang terbatas, hanya satu kegiatan yang dapat dilaksanakan pada tahun ini.
“Fokus kami saat ini adalah kegiatan berbasis nasional, seperti Inakraf atau International Handicraft Trade Fair 2025 yang berskala internasional. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkenalkan produk unggulan daerah,” katanya.
Menurut Syamsul, pihaknya tetap memprioritaskan partisipasi dalam agenda nasional yang dianggap penting, seperti peringatan Hari Ulang Tahun Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan pameran kerajinan KriyaNusa yang menjadi wadah utama promosi kerajinan daerah.
“Dengan keterbatasan anggaran yang ada, tahun ini kami hanya dapat mengikuti dua dari tiga agenda nasional yang seharusnya menjadi prioritas,” tambahnya.
Syamsul juga berharap, dengan dilantiknya pengurus baru Dekranasda Kabupaten PPU setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati PPU, akan ada perubahan yang membawa dampak positif terhadap pengembangan sektor industri di daerah tersebut.
“Kami berharap pengurus Dekranasda yang baru dapat memberikan perhatian lebih terhadap kegiatan industri lokal dan mendukung upaya peningkatan anggaran di sektor ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Syamsul menyebutkan bahwa sebelumnya, anggaran di Bidang Perindustrian mencapai sekitar Rp900 miliar. Namun, setelah kebijakan efisiensi diterapkan, anggaran tersebut menyusut drastis hingga hanya sekitar Rp300 miliar.
“Kami berusaha menyesuaikan seluruh agenda dan program kerja dengan anggaran yang tersedia, karena efisiensi ini merupakan kebijakan yang harus kami patuhi,” tutupnya. (Adv/DiskominfoPPU)
Tinggalkan Balasan