Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyambut hangat kedatangan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI di VIP Room Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, pada Kamis, 8 Mei 2025.

Kunjungan kerja ini dipimpin langsung Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sari Yulianti, dan bertujuan untuk melakukan pengawasan terhadap penegakan hukum di bidang narkotika. Selama di Kalimantan Timur, rombongan akan bertemu jajaran Kepolisian Daerah, Kejaksaan Tinggi, dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Timur (BNNP) di Mapolda Kaltim.

Dalam sambutannya, Ananda mengapresiasi kedatangan Komisi III DPR RI sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap maraknya peredaran narkoba di daerah. Ia berharap kunjungan ini bisa membawa angin segar bagi upaya pemberantasan narkotika di Kaltim.

“Besar harapan dengan hadirnya pimpinan Komisi III DPR RI dan anggotanya di Bumi Etam dalam rangka kunjungan kerja spesifik terkait pengawasan penegakan hukum bidang narkotika. Permasalahan terkait narkotika di Kalimantan Timur bisa turut tertangani,” ujar Ananda. Sabtu, (10/5/2025).

Sebagai mitra kerja dari lembaga-lembaga penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, dan BNN, Komisi III DPR RI disebut Ananda memiliki posisi krusial dalam memastikan hukum ditegakkan secara adil dan efektif, termasuk dalam menangani kasus narkotika yang kompleks.

“Kunjungan kerja yang dilakukan tentu sangat penting. Mudah-mudahan dapat mendorong peningkatan giat sosialisasi terkait bahaya penyalahgunaan narkotika,” ucapnya.

Ananda menekankan pentingnya peran legislatif dalam mendukung kebijakan yang berpihak pada penguatan hukum dan pemberantasan narkoba. Ia berharap, hasil kunjungan ini juga menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa diimplementasikan di daerah.

“Besar harapan Kalimantan Timur bisa menjadi provinsi yang bebas narkoba,” pungkasnya.

Selama satu hari kunjungan, Komisi III dijadwalkan menggelar sejumlah pertemuan tertutup dengan aparat penegak hukum guna menggali informasi, menampung aspirasi, serta mengevaluasi upaya penanggulangan narkoba di wilayah Kaltim, yang selama ini menjadi salah satu provinsi dengan jalur distribusi narkotika lintas pulau. (ADV)