Agusriansyah Soroti Minimnya Peran Lulusan Doktor dalam Kebijakan Pendidikan di Kaltim
NUSSA.CO, SAMARINDA – Jumlah lulusan program doktoral di Kalimantan Timur, khususnya dari Universitas Mulawarman (Unmul), terus meningkat. Namun, dampaknya terhadap kebijakan pembangunan pendidikan di daerah dinilai belum signifikan. Hal ini diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan.
“Lulusan program doktor memang bertambah, tetapi kontribusi nyata mereka dalam pembangunan pendidikan masih terbatas. Padahal, ini aset besar yang belum tergarap maksimal,” ujar Agusriansyah. Kamis, (15/5/2025).
Menurutnya, para lulusan doktor memiliki kapasitas strategis untuk mendorong transformasi pendidikan, terutama jika pendekatan kebijakan diubah dari administratif menjadi berbasis riset dan data. Ia menyebut isu seperti peningkatan mutu guru, sistem manajemen pendidikan, hingga pengembangan SDM lokal seharusnya menjadi ruang kontribusi utama bagi kalangan akademisi.
Agusriansyah juga menyoroti minimnya hubungan antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi. Ia menilai, banyak hasil riset dari para akademisi yang berakhir hanya sebagai dokumen di perpustakaan kampus tanpa pernah dijadikan dasar kebijakan.
“Pemerintah daerah harus membuka ruang kolaborasi yang konkret. Jangan biarkan hasil penelitian hanya tersimpan di perpustakaan kampus,” tegasnya.
Politisi PKB itu juga menilai pengakuan terhadap lulusan program doktoral masih rendah, termasuk dari program studi seperti Manajemen Pendidikan di Unmul, yang menurutnya memiliki potensi besar jika dikaitkan dengan reformasi pendidikan daerah.
“Sudah saatnya pemerintah memberikan pengakuan lebih terhadap program doktoral agar kontribusi lulusan dapat lebih diakui secara luas,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Agusriansyah menyerukan adanya sinergi antara perguruan tinggi, alumni, dan pemerintah, demi menciptakan ekosistem kebijakan pendidikan yang lebih responsif dan berpihak pada kemajuan daerah.
“Sinergi ini penting, bukan hanya untuk mendengar, tetapi juga melibatkan para akademisi dalam perumusan kebijakan. Pendidikan harus menjadi pilar utama pembangunan Kaltim,” tutupnya. (ADV)
Tinggalkan Balasan