Loadingtea

NUSSA.CO, TOLITOLI – Tidak hanya berjibaku pada penanganan kasus hukum di wilayah kerjanya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tolitoli ternyata juga istiqomah mendukung program pemerintah, yaitu upaya Keselamatan Lingkungan Khususnya pencegahan Potensi banjir yang sering melanda Kota Cengkeh.

Ini dibuktikan dengan aksi penanaman 350 bibit pohon di kawasan Desa Wisata, Kecamatan Galang, Sabtu (24/05/2024) pagi.
“Saya sudah cukup lama berniat untuk melakukan reboisasi atau penghijauan di Desa Malangga. Apalagi, beberapa tahun lalu terjadi banjir bandang dengan dampak yang cukup besar.

Nah, ini upaya kami mendukung pemerintah dalam pencegahan musibah banjir. Kami berharap, aksi ini akan terus berlanjut, sehingga kawasan berpotensi banjir dapat dicegah dan diminimalisir seoptimal mungkin,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tolitoli Dr. Albertinus P. Napitupulu SH. MH di sela aksi.

Dijelaskan Kajari, upaya penghijauan di kawasan rawan banjir memiliki banyak manfaat, di antaranya mencegah banjir, mengurangi erosi tanah, meningkatkan kualitas air tanah, dan meningkatkan kualitas udara.

Pohon dapat menyerap air hujan dan memperlambat aliran air, sehingga mengurangi risiko banjir. Akar pohon juga membantu menjaga kestabilan tanah dan mencegah erosi. Selain itu, penghijauan dapat meningkatkan kualitas udara dan mengurangi polusi.
“Penghijauan di kawasan rawan banjir sangat penting karena dapat membantu mengurangi risiko bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Selain itu, penghijauan juga dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” yakin Kajari yang menambahkan, untuk melestarikan alam tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, tetapi memerlukan kerjasama dan kolaborasi semua pihak, pemerintah, swasta dan masyarakat.

Di tempat yang sama, Aktivis Lingkungan Bumi Kita Wiyatmoko menyampaikan apresiasinya kepada Kajari dan jajaran, atas upaya penghijauan Desa Malangga. “Desa Malangga ini merupakan titik potensi banjir bandang, karena itu sangat tepat jika di sepanjang sungai Malangga ini ditanami pepohonan sebagai penunjung untuk menahan tanah lonsor, memperkuat serapan air, dan menjaga stabilitas lingkungan, kami juga berharap masyarakat ikut mendukung dengan cara memelihara dan menjaga tanaman yang ada dengan kearifan lokal, adat dan istiadat serta budaya. Mari jaga Bumi Kita, agar terus lestari dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Tolitoli,” pesannya.

Selain Kajari Tolitoli dan jajaran, aksi penanaman juga diikuti Kepala Desa Malangga dan seluruh aparat pemerintah desa, Dandim 1305/BT Letkol Inf. Aryanto Rolando, S.I.P. KPH Gunung Dako, bupati Tolitoli yang diwakiliki staf ahli bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Rustan Rewa, serta unsur Forkopimda lainnya, pimpinan OPD teknis, instansi vertikal, perwakilan BUMN/BUMD, masyarakat Desa Malangga, serta puluhan komunitas pencinta lingkungan.

Usai penanaman pohon, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama panganan tradisional seperti singkong, ubi, jagung dan aneka hasil pertanian lainnya. (ham)