Mirip Drakor, Paripurna LPJ APBD 2024 Tolitoli
Bupati Marah, Ketua DPRD Menangis
NUSSA.CO, TOLITOLI – Suasana rapat Paripurna penyampaian pidato bupati Tolitoli atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Laporan Pertanggungjawaban APBD 2024 Tolitoli, memanas, Jumat (13/06/2025) siang.
Suasana tegang bermula ketika Bupati Tolitoli H. Amran H. Yahya, berubah marah dan melontarkan kata kecewa saat memasuki ruang Paripurna Suwot Lipakat, gedung DPRD Tolitoli, pukul 14.00 Wita.
Bahkan saat berada di depan meja salah seorang wakil rakyat, bupati spontan memukul meja, suara hentakan pukulan cukup nyaring dan membuat suasana yang tadinya sedikit gaduh jelang persiapan pembukaan acara, menjadi hening. Tak satupun peserta yang hadir bersuara, kecuali bupati.
Pemicunya, diduga karena jumlah kehadiran anggota DPRD yang tidak mencapai 2/3 atau tidak kuorum.
“Lihat saya, kau lihat saya, saya tidak pernah kurang ajar sama bapak, tapi kalau ada yang mau ajak kurang ajar, saya bisa. Gak bisa pak, tempat ini bukan main-main, ini untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan daerah kita, jadi jangan beginilah,” ucap bupati dengan nada agak tinggi.
Usai paripurna, kepada awak media bupati mengaku sangat kecewa atas ketidakhadiran 19 anggota DPRD pada agenda yang menurut bupati merupakan momen penting, karena berkaitan dengan program pembangunan dan kepentingan masyarakat Kabupaten Tolitoli.
Bukan hanya soal tidak kuorum, sahut bupati, rentetan sebelumnya juga ikut memicu seperti, beberapa kali rapat dengar pendapat yang digelar tanpa pemberitahuan dan persetujuan ibu ketua DPRD, terutama saat dinas luar daerah.
Bupati juga menegaskan soal investasi perusahaan sawit di Tolitoli. “Saya tekankan, siapapun yang ingin berinvestasi, masuk di Tolitoli untuk berusaha, dan membangun daerah, kita harus dukung, bukan sidak begitu saja, kan ada mekanismenya apalagi tidak berkoordinasi dengan eksekutif,” singgung bupati.
Ihwalnya banyak hal yang membuat bupati kecewa, aksi marah di gedung DPRD Tolitoli diduga merupakan puncak kekecewaan bupati terhadap wakil rakyat, sehingga pejabat nomor satu di Tolitoli itu meluapkan kekesalannya di dalam gedung dan di depan meja anggota dewan terhormat.
“Ada hal lain yang membuat saya kecewa, dan ketika saya marah pukul meja itu juga bukan dibilang spontan, intinya saya memang sangat kecewa, ini tidak bisa dibiarkan, karena tugas kita adalah bagaimana daerah ini maju dengan komitmen kerja kita bersama eksekutif dan legislatif,” tegas bupati.
Selain bupati, ungkapan kekecawaan juga disampaikan Ketua DPRD Tolitoli Hj. Sriyanti Dg Parebba, yang tidak lain adalah istri bupati Tolitoli.
“Saya selaku pimpinan DPRD menyampaikan pernohonan maaf kepada bupati…” tutur Hj. Sriyanti sembari terisak dan tampak sesekali menyeka air matanya.
Sama, ketua DPRD juga menyoroti ketidakhadiran 19 anggota DPRD pada paripurna, dan mempertanyakan mengapa di saat paripurna banyak anggota dewan absen. Sebaliknya, kepada 11 orang anggota termasuk dirinya selaku ketua DPRD, Hj. Sriyanti menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya.
Meski tidak mencapai kuorum, paripurna tetap dilanjutkan. Ketua DPRD mengetok palu tanda paripurna dilanjutkan sesuai susunan acara rapat, yang dimulai dengan sambutan pembukaan oleh pimpinan DPRD, pidato bupati dan ditutup dengan doa bersama.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DPRD Tolitoli Anjasmara menyebutkan, anggota DPRD yang absen di antaranya 1 orang sedang melaksanakan ibadah haji, 3 anggota sedang sakit, 1 anggota sedang berada di rumah sakit karena orangtuanya sakit, dan 5 orang anggota absen tanpa keterangan.
“Ketidakhadiran anggota DPRD akan kami evaluasi dan menjadi catatan, soal sanksi dan penegasan tidak diatur dalam tata tertib. Tapi, pada prinsipnya kejadian ini akan menjadi evaluasi bagi kami,” jawab Sekwan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Tolitoli Risman SE saat dikonfirmasi via seluler menjelaskan, 19 anggota DPRD Tolitoli yang tidak hadir dalam rapat paripurna LPj APBD bukan tanpa alasan. Rerata yang absen, dikarenakan sedang mengikuti sejumlah agenda bersama konstituen di daerah pemilihan masing-masing.
“Saya pun harus memenuhi undangan masyarakat di Kombo, Dampal Selatan. Sehari sebelum paripurna kami sudah sampaikan ke Sekwan agar jadwal paripurna diatur ulang, digelar pagi hari atau ditunda di hari lain. Tetapi, opsi itu hanya dibalas dengan alasan bupati tidak bisa mengikuti paripurna jika digelar pagi, alias tidak ada solusi dari sekwan. Selain itu, paripurna kali ini bukan agenda yang sangat urgen, sebatas mendengarkan pidato. Sementara, pada rapat sebelumnya telah dibahas bersama OPD. Berbeda jika paripurna pada tahapan penetapan, tentu peserta rapat anggota dewan harus hadir dan mencapai kuorum, karena akan memuat sikap fraksi di DPRD, menerima atau menolak Rancangan Peraturan Daerah LPj APBD 2024,” bebernya.
Pasca bupati marah dan ketua DPRD menangis, Risman mengaku tidak akan menyampaikan upaya klarifikasi ataupun sanggahan kepada bupati, sebab hal semacam itu lumrah terjadi, khususnya lembaga legislatif yang harus memenuhi tiga fungsinya yakni, menjalankan fungsi legislasi seperti membentuk Peraturan Daerah (Perda) bersama kepala daerah. Kedua, Fungsi Anggaran, yakni berperan dalam menyusun dan menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bersama kepala daerah, serta Fungsi Pengawasan yakni, menjalankan tugas mengawasi pelaksanaan Perda dan peraturan lainnya serta kebijakan yang ditetapkan pemerintah daerah.
“Jadi kami sudah melakukan 3 fungsi tersebut, dan bukan sengaja tidak hadir atau absen dalam paripurna. Dan kami juga tidak ingin menyalahkan Sekwan dalam hal ini, tetapi ini juga menjadi evaluasi bahwa, koordinasi dan komunikasi yang dibangun kedepannya harus lebih baik lagi,” harapnya. (ham)
Berikut Daftar Hadir Anggota DPRD Tolitoli pada Paripurna penyampaian Pidato Bupati tas LPJ Pelaksanaan APBD 2024.
Anggota DPRD yang hadir yakni :
Taufik (PBB), Andika (PKB), Hj. Sriyanti (PBB), Suci Amika (PKS), Rudi Hartono (PBB), Jemmy Yusuf (Golkar), Ahmadi (Golkar), Muslimin (Nasdem), Mohammad Fahmi (NasDem), Sapruddin Dg. Parebba (PBB), Moh. Saleh Kanni, S.E. (PBB).
Anggota DPRD yang tidak hadir tanpa keterangan :
Rahmat Ali (Gerindra), Dewi Alatas (Gerindra), Yosepina Iryani Taruk Datu (PDI-P), Didi Mandoa (PKB), dan Dewanto (Hanura).
Daftar Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli Periode 2024-2029
Dapil I
- Didi Mandoa (PKB)
- Dewi Alatas (Gerindra)
- Yosepina Iryani Taruk Datu, SE (PDI‑P)
- Jemi Yusuf (Golkar)
- Sudarto A. R. (NasDem)
- Amrullah, SP (PKS)
- Dewanto (Hanura)
- Eflin Flora Tambuwun, S.Pd (PAN)
- Sriyanti Dg. Parebba (PBB)
Dapil II
- Andika Putra, S.Pdi (PKB)
- Irpan, S.Sos (Gerindra)
- Sapri, A.Md.Kep (Golkar)
- Muslimin (NasDem)
- Suci Amika, S.Pdi (PKS)
- Taufik, S.E. (PBB)
- Rudi Hartono (PBB)
- Liska Ardi, S.Pd (Demokrat)
Dapil III
- Ir. Rahmad Ali (Gerindra)
- Ahmadi (Golkar)
- I Nyoman Muliada, S.E. (NasDem)
- Moh. Saleh Kanni, S.E. (PBB)
- Asmaul T. Dg. Parebba (PAN)
Dapil IV
- Dindi Riskiana Auliya, S.E. (Gerindra)
- Risman, S.E., M.M. (Golkar)
- Mohammad Fahmi (NasDem)
- Iswan (PKS)
- Jupriadi (PAN)
- Anhar, S.E. (PBB)
- Sapruddin Dg. Parebba (PBB)
- Nasriwan, S.E. (PPP)
Total jumlah : 30 anggota dari 11 partai politik, tersebar di 4 daerah pemilihan. (sumber data Sekretariat DPRD Tolitoli / int)
Tinggalkan Balasan