Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan kembali menegaskan komitmennya dalam menekan angka pengangguran melalui pelaksanaan Job Fair 2025. Kegiatan bursa kerja ini akan digelar selama dua hari, 23–24 Juli 2025, di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, menghadirkan ratusan perusahaan dan ribuan peluang kerja bagi masyarakat.

Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, menekankan bahwa Job Fair merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk membuka akses pekerjaan secara langsung bagi warga. “Ini bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat mencari pekerjaan. Melalui Job Fair, perusahaan hadir langsung, sehingga warga tidak perlu repot mencari lowongan,” ujarnya, Kamis (17/7/2025).

Rahmad Mas’ud berharap kegiatan ini menjadi salah satu solusi strategis menekan angka pengangguran di Balikpapan. “Kami menargetkan, setidaknya 50 persen lowongan dapat terisi oleh tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan,” tambahnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan, Ani Mufida, mengungkapkan bahwa sejauh ini sebanyak 93 perusahaan telah terdaftar dan siap menawarkan lebih dari 1.700 lowongan kerja. Jumlah ini berpotensi bertambah, mengingat masih banyak perusahaan yang ingin bergabung dan ragam posisi yang ditawarkan juga beragam, mulai dari administrasi, teknisi, hingga tenaga profesional dan fresh graduate.

Ani menekankan bahwa Job Fair terbuka bagi semua kalangan, termasuk lulusan baru yang mencari pekerjaan pertama mereka. Selain pameran lowongan kerja, kegiatan ini juga menampilkan forum Corporate Social Responsibility (CSR) yang membagikan tips dan strategi sukses menghadapi dunia kerja. “Ini menjadi kesempatan emas bagi generasi muda, agar mereka bisa lebih siap dan kompetitif di pasar kerja,” ungkap Ani.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan, Ani Mufida

Pemkot Balikpapan melalui Job Fair 2025 tidak hanya menitikberatkan pada penyediaan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal, membangun konektivitas antara pencari kerja dan dunia usaha, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengurangan pengangguran. (Adv/DiskominfoBpp)