Jumlah Penduduk Meningkat, DPRD Samarinda Ingatkan Peluang Usaha dan Persaingan Kerja
NUSSA.CO, SAMARINDA – Jumlah penduduk Samarinda terus mengalami peningkatan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Samarinda, jumlah penduduk Samarinda saat ini mencapai 872 ribu hasil sensus penduduk akhir tahun 2025.
Angka ini mengalami peningkatan signifikan dimana tahun sebelumnya dari sumber yang sama menyebut jumlah penduduk Kota Tepian diangka 858 ribu penduduk.
Perkembangan Samarinda yang semakin pesat membawa banyak peluang ekonomi, tetapi juga menghadirkan persaingan tenaga kerja yang semakin ketat.
Karenanya, pemerintah kota perlu menyiapkan strategi yang mampu memastikan masyarakat lokal menjadi bagian utama dari pertumbuhan tersebut.
“Pertumbuhan penduduk bisa menjadi kekuatan pembangunan jika kesempatan kerja juga terus bertambah,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Yakob Pangedongan.
Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk yang tidak diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja, akan menimbulkan berbagai persoalan sosial seperti pengangguran dan kesenjangan ekonomi.
Ia menambahkan, kebijakan ketenagakerjaan harus dirancang secara terukur dan berorientasi pada kebutuhan jangka panjang.
Yakob menegaskan pemerintah daerah perlu memiliki perencanaan yang komprehensif dalam menghadapi perubahan demografi. Kebijakan yang disusun tidak hanya harus mampu menjawab kebutuhan dunia usaha, tetapi juga memberikan perlindungan dan kesempatan yang adil bagi masyarakat lokal.
“Kalau tenaga kerja lokal memiliki kemampuan yang sesuai, tentu perusahaan akan lebih mudah menyerap mereka,” katanya.
Politisi asal Partai Nasdem ini juga mengingatkan proyek pembangunan berskala besar tidak selalu memberikan dampak jangka panjang terhadap penyerapan tenaga kerja.
Karena itu, pemerintah dinilai perlu menyiapkan strategi keberlanjutan melalui peningkatan kapasitas SDM dan pemberdayaan ekonomi masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat lokal dipersiapkan dengan baik. Jangan sampai pembangunan berjalan pesat, tetapi tenaga kerja kita tidak mampu mengambil peluang yang ada,” tutupnya. *)
Tinggalkan Balasan