Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA – Meski Kalimantan Timur (Kaltim) dikenal sebagai provinsi yang melimpah energi, kenyataannya masih ada desa yang belum merasakan aliran listrik. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun, mengecam situasi ini sebagai sesuatu yang sangat tidak wajar.

Pada hari Rabu (25/10/2023), Samsun menyoroti masalah ini, mengingatkan bahwa kerja sama antara pemerintah daerah (Pemda) dan pemerintah provinsi (Pemprov) adalah kunci untuk menyelesaikan permasalahan listrik di desa-desa. “Kita harus berkolaborasi untuk memastikan bahwa setiap desa mendapatkan akses listrik yang layak. Ini adalah kunci untuk mengatasi masalah listrik ini,” tegas Muhammad Samsun.

Salah satu solusi yang diusulkan Samsun adalah persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal dan promosi pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal sebagai alternatif sumber energi terbarukan. “Kita perlu mempersiapkan SDM lokal dan mempromosikan PLTS Komunal sebagai alternatif sumber energi terbarukan,” ungkapnya.

Samsun juga menyoroti tingkat elektrifikasi di Kaltim yang seharusnya sudah mencapai lebih dari 90 persen. Jika masih ada daerah yang belum teraliri listrik, dia menduga bahwa desa-desa tersebut mungkin terlalu jauh dari saluran listrik yang sudah ada. “Tidak wajar jika masih ada daerah yang belum teraliri listrik, karena Kaltim merupakan provinsi yang kaya akan sumber daya energi. Kemungkinan besar, desa-desa tersebut berada terlalu jauh dari saluran listrik yang sudah ada,” ujar Samsun dengan keprihatinan.

Terhadap situasi ini, Samsun berencana melakukan kunjungan langsung ke desa-desa yang masih tertinggal dalam hal listrik, terutama di daerah pemilihannya di Kutai Kartanegara. Tujuannya adalah untuk memeriksa langsung kondisi tersebut, memahami kendala yang dihadapi desa-desa, dan mencari solusi yang tepat. (advertorial)