Bimtek Sidalih, KPU Minta PPK Kerja Maksimal
NUSSA.CO, TOLITOLI – Pendataan dan pemutakhiran data pemilih untuk Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2024, bakal kembali dioptimalkan melalui aplikasi Sistim Data Pemilih (Sidalih) di seluruh wilayah di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Tolitoli.
Karena itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tolitoli melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait penggunaan Sidalih di Pilkada 2024 dengan menghadirkan 50 orang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Tolitoli, Selasa (11/06/2024) hingga Kamis (13/06/2024) di Hotel Mitra.
Di sela Bimtek, Ketua KPU Tolitoli Junaidi Sp kepada Nussa.co menjelaskan, bimbingan teknis sangat penting digelar, karena berkaitan dengan optimalisasi pemutakhiran data pemilih. Tujuannya, agar PPK nantinya bisa bekerja dengan penuh integritas dan maksimal, termasuk Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa.
“Perkara data ini sangat penting, karena itu seluruh PPK diundang untuk mengikuti bimtek, agar tahapan pemutakhiran data pemilih bisa maksimal. Selain itu, KPU meminta PPK agar terus berkoordinasi, menjalin komunikasi yang optimal. Kemudian, aplikasi Sidalih harus dipahami baik PPK maupun PPS,” urainya.
Lanjut Junaidi, samahalnya di Pemilu 2024, penggunaan Aplikasi Sidalih akan kembali diterapkan pada Pilkada 2024. Hal tersebut akan memudahkan KPU dalam pemutakhiran data pemilih, termasuk bagi mereka yang pindah memilih.
Sebelumnya, KPU telah menerima data DP4 dari pemerintah, sebagai dasar sinkronisasi untuk lebih lanjut menjadi bahan pemetaan pemilih, sehingga mendapatkan gambaran jumlah pantarlih dan TPS yang akan dibentuk.
Dengan begitu, waktu sinkronisasi cukup panjang untuk melakukan pemetaan agar mendapat gambaran jumlah Pantarlih dan TPS yang akan dibangun. Dan saat ini, layanan cekdptonline.kpu.go.id juga akan dibuka untuk mendapat masukan dan tanggapan dari masyarakat.
Ditambahkan Junaidi, pantarlih nantinya juga dapat menggunakan aplikasi e-coklit secara optimal dalam pengelolaan data pemilih setelah melakukan tugasnya di lapangan, yakni pemutakhiran data pemilih.
“Saya berharap PPK yang hadir benar-benar mengikuti bimtek dengan baik, kemudian melanjutkan tahapan yang sama kepada PPS di wilayah kerjanya,” tegasnya.
Ditambahkan, PPS dan PPK menjadi ujung tombak suksesnya Pilkada, oleh sebab itu diharapkan PPS dan PPK dapat melaksanakan tugas dengan baik, sesuai pedoman Peraturan KPU.
“Kami berharap, PPS dan PPK mampu melaksanakan tugas sesuai aturan yang berlaku, dan saya yakin panitia adhoc di lapangan juga mempunyai kompetensi, kapasitas, integritas sebagai penyelenggara. Selain itu, PPK harus dapat memberi contoh bagi rekan lainnya dalam bekerja, melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan,” lugasnya. (*/adv)
Tinggalkan Balasan