Rahmad Mas’ud Nyatakan Siap Lanjutkan Proses Pencalonan Usai Tes Kesehatan
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Bakal Calon Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, telah menjalani serangkaian tes kesehatan sebagai bagian dari proses pencalonannya di perhelatan Pilkada Balikpapan 2024, pada Minggu (1/9/2024) di Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan. Dalam pernyataannya, Rahmad mengungkapkan bahwa proses tersebut meliputi berbagai tahapan sesuai dengan standar operasional prosedur yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), termasuk tes kesehatan secara menyeluruh.
“Saya sudah siap menjalani tahapan-tahapan yang ditentukan, termasuk tes kesehatan yang memang diperlukan untuk memimpin kota ini. Mengingat tugas seorang Wali Kota tidak mudah, kesehatan yang baik menjadi syarat utama,” ujar Rahmad di hadapan awal media.
Rahmad juga menjelaskan bahwa seharusnya dia menjalani tes kesehatan pada hari Jumat, namun karena ada agenda lain, tes tersebut diundur hingga hari Minggu. Namun, ia mengaku optimistis dan menyatakan kesiapan penuh untuk melanjutkan proses pencalonannya.

Terkait dengan kekosongan jabatan Wali Kota, Rahmad menyatakan bahwa penunjukan Pejabat (PJ) Wali Kota nantinya akan menjadi keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Menurutnya, PJ Wali Kota akan dipilih dari eselon 2 ke atas dan masa jabatan sementara ini diperkirakan berlangsung selama hampir dua bulan.
Sementara itu, Ketua KPU Balikpapan menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan bagi bakal pasangan calon (Bapaslon) dilakukan secara bertahap. Setelah Rahmad Mas’ud dan pasangannya, Bagus, menyelesaikan tes kesehatan pada hari ini, giliran Bapaslon Rendi dan Edi akan menjalani pemeriksaan. Sementara, Bapaslon Sabani-Syukri telah menyelesaikan pemeriksaan mereka pada Sabtu (31/8/2024).
Ketua KPU juga menegaskan bahwa hasil pemeriksaan kesehatan tidak akan diumumkan kepada publik, melainkan diserahkan secara rahasia oleh Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo kepada KPU. “Hasil ini akan menjadi salah satu indikator dalam penetapan calon pada tanggal 22 September 2024. Jika ditemukan masalah kesehatan yang signifikan, pihak rumah sakit akan memberikan rekomendasi untuk tidak melanjutkan pencalonan,” terangnya.
Pihak Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo kata dia, telah menyiapkan tim ahli untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan sesuai dengan prosedur dan memberikan penilaian yang akurat terkait kondisi kesehatan para calon. (*/yes)

Tinggalkan Balasan