PENDIDIKAN ERA BARU, TEKAD GAZ USUNG PERUBAHAN
Jangan Ada Lagi Anak Putus Sekolah dan Warga Buta Huruf
NUSSA.CO, TOLITOLI – Jauh sebelum memulai tekad dan keinginan kuat untuk membawa perubahan di era baru Kabupaten Tolitoli, Gunardi A Kama dan Hamzah Mattaliti dikenal sebagai dua sosok figur yang sangat peduli terhadap kemajuan pendidikan di daerah ini.
Buktinya, pria sederhana dan mudah bergaul dengan semua kalangan ini, didaulat kaum emak-emak serta para orangtua untuk menjadi pemimpin yang bisa mendorong majunya dunia pendidikan, tidak hanya di kota tetapi hingga di desa dan pelosok kampung.
“Tekad saya, kemajuan dunia pendidikan itu yang utama. Dengan lahirnya generasi muda yang cerdas, berakhlak merupakan modal untuk membangun daerah ini semakin lebih baik dan sejahtera. Tanda majunya suatu daerah dibuktikan dengan majunya dunia pendidikan, Insyaallah kami, akan berjuang sepenuh hati membangun dunia pendidikan di Tolitoli yang lebih baik,” ungkap Gunardi usai menyerahkan bantuan alat tulis kepada pelajar di Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Al-Khairat di Desa Laulalang, Kecamatan Tolitoli Utara, Selasa (10/09/2024).
Menurut Gunardi, upaya all out memajukan pendidikan tidak hanya sebatas memajukan pendidikan di tingkat sekolah negeri di bawah naungan dinas pendidikan, tetapi semua wadah sekolah pendidikan swasta, madrasah di bawah naungan kementerian agama, pondok pesantren, kelompok belajar masyarakat, serta setiap organisasi yang peka dan ikut membantu pendidikan anak putus sekolah dan masyarakat buta huruf, akan menjadi prioritas bagi pasangan Gunardi-Hamzah (GAZ).
Di hadapan ratusan pelajar dan beberapa pengajar di madrasah MDA Al-Khairat, Gunardi yang tampil sederhana dan merakyat ini juga membeberkan visi misi dalam membangun dunia pendidikan di Tolitoli.

Singkatnya, visi misi GAZ bukan hanya tertuang di atas kertas semata, jika masyarakat Tolitoli bersatu dan memberikan kepercayaan kepada Gunardi-Hamzah untuk memimpin Tolitoli, visi misi itu sepenuh hati akan dituangkan dalam program yang nyata di antaranya memastikan bahwa setiap anak akan memiliki akses pendidikan yang lebih memadai, dan memastikan tidak akan ada lagi anak putus sekolah, termasuk warga buta huruf.
Selain itu, Gunardi juga yakin bahwa pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Bagi kami, pendidikan dan belajar itu amatlah penting, dan menjadi bagian dari perintah Allah SWT, bahwa setiap diri kita dituntut untuk belajar baik laki-laki maupun perempuan. Inilah yang menjadi tekad kami untuk memperjuangkan dunia pendidikan Tolitoli,” ungkap Gunardi yang disambut doa dan harapan para pelajar dan guru MDA Al-Khairat.
Gunardi berjanji, jika kelak terpilih sebagai bupati, dirinya akan memastikan peningkatan infrastruktur sekolah, distribusi bantuan pendidikan yang merata, dan pengembangan kualitas tenaga pengajar.
Lalu, beriringan dengan sektor pendidikan, Gunardi-Hamzah (GAZ) dalam visi misinya juga akan memperkuat kemajuan di bidang pelayanan kesehatan, perbaikan infrastruktur di semua kecamatan dan desa, serta pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Dan seluruh program yang diusung tersebut akan lebih melibatkan peran serta masyarakat, sehingga kemajuan pembangunan berjalan berkelanjutan dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. (*/adv/ham)
Tinggalkan Balasan