Anggaran Miliaran Rupiah Dikucurkan, Progres RS Sayang Ibu Baru 12 Persen
DPRD Balikpapan Soroti Lambannya Progres Pembangunan RS Sayang Ibu
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menyoroti lambannya progres pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu di Kecamatan Balikpapan Barat. Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Ryan Indra Saputra, menyampaikan kekecewaannya setelah melihat langsung kondisi proyek yang dinilai jauh dari laporan resmi.
“Kami menerima laporan bahwa progres pembangunan sudah mencapai 30 persen, tetapi fakta di lapangan sangat berbeda. Setelah diperiksa, progres fisik baru sekitar 12,22 persen,” ungkap Ryan.
Temuan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pelaksanaan proyek. Ryan menilai ada berbagai kendala yang menghambat pekerjaan, termasuk metode kerja yang kurang efektif, kondisi lahan yang masih tergenang air, jumlah pekerja yang minim, serta penempatan material yang tidak teratur.
“Jumlah pekerja sangat sedikit, material diletakkan sembarangan, dan lahan masih dalam kondisi tidak siap. Ini bukan proyek kecil, tetapi sepertinya dikerjakan tanpa perencanaan yang matang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ryan menyoroti ketidaksesuaian antara laporan di atas kertas dengan kondisi di lapangan. Ia mengingatkan bahwa kontraktor telah menerima pembayaran down payment (DP) sebesar 20 persen atau sekitar Rp 20 miliar, sehingga tidak ada alasan untuk keterlambatan signifikan ini.
DPRD Balikpapan memastikan akan terus mengawal ketat proyek ini agar berjalan sesuai dengan rencana dan standar yang telah ditetapkan.
“Pembangunan rumah sakit ini sangat penting bagi masyarakat. Kami akan memastikan proyek ini berjalan sebagaimana mestinya dan tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaannya,” ujar Ryan.
Dengan pengawasan ketat dari DPRD, diharapkan pembangunan RS Sayang Ibu dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan fasilitas kesehatan yang layak bagi warga Balikpapan. (Adv)

Tinggalkan Balasan