Difitnah“Mainkan” Bantuan Masjid, Cakades Sandana Berontak
Tak Sampai Ricuh, Runding Damai Difasilitasi Polsek Galang
NUSSA.CO, TOLITOLI – Nyaris sama di momen Pilkada 2024, suhu politik jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) PAW serentak di 13 desa se-Kabupaten Tolitoli pada 26 Februari 2025, semakin memanas.
Tak terkecuali di Desa Sandana, Kecamatan Galang yang mulai gaduh dengan beredarnya isu black campaign atau dugaan kampanye hitam di tengah warga, dan diduga dihembuskan oknum warga Sandana sendiri.
Salah satu isu yang beredar yakni soal dugaan penyelewengan bantuan masjid oleh Ketua Pengurus Masjid At-Taqwa Azwar Aziz, yang ternyata juga menjadi calon peserta Pemilihan Kepala Desa Sandana.
Tidak terima namanya tercoreng dan merasa dirugikan atas isu hoax tersebut, Azwar Aziz berinisiatif baik untuk menyelesaikan persoalannya lewat jalur damai kekeluargaan, ketimbang ke jalur hukum.
Azwar lantas meminta bantuan aparat desa, Bhabinkamtibmas serta masyarakat Sandana agar fitnah terhadap dirinya, dianulir segera lewat forum klarifikasi di desa.
“Ini sudah tidak benar, sungguh sebuah fitnah besar terhadap diri saya, makanya saya panggil semua pengurus masjid, klarifikasi soal bantuan masjid. Dan kami meminta aparat desa, Bhabinkamtibmas untuk membantu meng-clear-kan persoalan ini, dan nama baik saya mesti dipulihkan,” pinta Azwar di hadap awak media, Senin (24/02/2025) pagi.
Pembahasan dan klarifikasi isu hoax sempat berjalan alot, sedikit tegang namun semua yang diributkan bisa diselesaikan dengan bijak, berkat tekad bersama untuk selalu menjaga kondusifitas di lingkungan desa, serta mengantisipasi munculnya provokator lain yang bisa memecahkan persatuan warga Sandana.
“Alhamdulillah persoalan ini sudah tuntas, sudah di-clearkan, dan yang diduga menyebarkan isu hoax juga sudah meminta maaf kepada warga dan pengurus masjid, tertulis dan bermaterai, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Kami juga meminta dan mengimbau warga Desa Sandana agar jangan mudah terpancing isu negatif, menjaga keharmonisan dan kekeluargaan, serta laporkan jika ada riak perpecahan, sumber kegaduhan, supaya bisa cepat diantisipasi bersama,” pesan Aiptu Siswanto Mudio bersama Wakapolsek Galang, Ipda Moch. Yunus, di hadapan awak media.
Untuk diketahui, dalam forum klarifikasi yang berlangsung di Kantor Desa Sandana, oknum warga dimaksud telah membuat surat pernyataan tidak akan melakukan hal yang sama, dan siap mendapat sanksi hukum jika mengulanginya. Ia juga mengakui bahwa isu penyelewengan bantuan untuk masjid At-Taqwa tidaklah benar alias hoax. (ham)
Tinggalkan Balasan