Disperkim Balikpapan Luncurkan Program Kota Kita di Gunung Sari Ulu untuk Penyediaan Air Bersih
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Program Kota Kita, inisiatif Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), resmi diluncurkan di Kelurahan Gunung Sari Ulu pada Rabu (11/9/2024). Program ini bertujuan untuk menyediakan akses air bersih bagi warga dan menjadi proyek percontohan dalam penataan permukiman yang berkelanjutan. Peluncuran simbolis dilakukan dengan penyalaan keran oleh siswa SDN 025 Balikpapan Tengah, disaksikan oleh Kepala Disperkim Rafiuddin, Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Yudhi Saharuddin, serta sejumlah pejabat lainnya.
Program Kota Kita merupakan kelanjutan dari program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang sebelumnya berjalan hingga 2023. Program ini dirancang untuk menangani kawasan kumuh yang masih ada di Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan fokus pada penyediaan infrastruktur air bersih. Proyek ini mencakup pembangunan reservoir, sistem pengolahan air, serta pengadaan fasilitas pendukung seperti tandon, mesin filter air, dan jaringan pipa.
Dalam sambutannya, Rafiuddin menyebutkan bahwa saat ini masih terdapat 100,7 hektare kawasan kumuh yang tersisa dari total 104,69 hektare yang tercatat di Balikpapan. Meskipun capaian program belum sepenuhnya memenuhi target rencana strategis (renstra) Pemkot, langkah-langkah perbaikan terus dilakukan. “Masih ada tujuh kelurahan yang masuk kategori kawasan kumuh, yaitu Sepinggan Raya, Damai, Klandasan Ilir, Gunung Sari Ulu, Baru Ilir, Karang Jati, dan Karang Rejo,” jelas Rafiuddin.
Namun, ia juga menambahkan bahwa beberapa kelurahan seperti Klandasan Ilir, Baru Ilir, dan Damai kini telah bebas dari kategori kumuh. Fokus saat ini ada pada Gunung Sari Ulu, Karang Jati, dan Sepinggan Raya, yang ditargetkan akan bebas dari kawasan kumuh secara bertahap hingga 2026.
Sebelum peluncuran program, Disperkim telah melakukan uji coba kualitas air dari sumur bor dalam ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Balikpapan. Hasil uji menunjukkan bahwa air tersebut memenuhi standar kualitas air bersih, dan dokumen hasil uji coba telah diserahkan kepada pihak Disperkim untuk memastikan kelayakan distribusi.
Untuk mendukung distribusi air bersih, empat tandon berkapasitas 5.500 liter telah disiapkan di Gunung Sari Ulu. Program berikutnya akan difokuskan pada Kelurahan Karang Jati, dengan tujuan tidak hanya menyediakan air bersih, tetapi juga meningkatkan perlindungan terhadap risiko kebakaran di daerah tersebut.
Program Kota Kita direncanakan berjalan hingga 2026, dan Pemkot Balikpapan berkomitmen untuk memperbarui data kawasan kumuh setiap tahun. Dengan program ini, diharapkan tidak hanya kualitas permukiman yang meningkat, tetapi juga kesejahteraan masyarakat di wilayah yang terdampak. (Adv)
Tinggalkan Balasan