Loadingtea

NUSSA.CO, TOLITOLI – Genderang Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Tolitoli ke-II resmi bertalu. Bupati Tolitoli, Hi. Amran Hi. Yahya membuka secara resmi ajang olahraga bergengsi ini di Lapangan Taman Kota Gaukan Mohamad Bantilan, Sabtu (29/11/2025) pagi.

Acara pembukaan berlangsung meriah, diawali dengan defile kontingen atlet dari sepuluh kecamatan yang membawa semangat juang masing-masing daerah. Dalam prosesi tersebut, Bupati menyerahkan pataka Porkab kepada Ketua Panitia serta menyerahkan piala bergilir untuk diperebutkan kembali. Dalam sambutannya sebagai Bupati sekaligus Ketua KONI Tolitoli, Hi. Amran Hi. Yahya menegaskan bahwa Porkab bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan wadah krusial untuk menjaring talenta muda dari tingkat akar rumput.

“Porkab adalah bentuk perhatian pemerintah daerah dalam menggali potensi atlet muda di tingkat kecamatan. Meskipun saat ini kita menghadapi keterbatasan anggaran, semangat ‘Gotong Royong’ harus menjadi motor penggerak untuk menyukseskan acara ini,” ujar Bupati Amran. Bupati juga memasang target tinggi untuk masa depan olahraga Tolitoli di kancah yang lebih luas. “Tujuan kita adalah melahirkan atlet terbaik untuk mengharumkan nama daerah. Target kita di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun depan harus bisa masuk tiga besar dan mengembalikan kejayaan Tolitoli,” tegasnya.

800 Atlet Siap Bertanding di 17 Cabang Olahraga

Ketua Panitia Porkab ke-II, Mansyur Pondang, S.H., melaporkan bahwa ajang ini akan berlangsung selama sepekan, mulai 29 November hingga 5 Desember 2025. Sebanyak 800 atlet dari 10 kecamatan dipastikan terlibat untuk memperebutkan medali di 17 cabang olahraga (cabor). “Lokasi pertandingan kami sebar di tiga wilayah, yakni Kecamatan Baolan, Kecamatan Galang, dan Kecamatan Dakopamean. Ini bertujuan agar atmosfer olahraga terasa lebih luas di tengah masyarakat,” jelas Mansyur.

Ia menambahkan, Porkab tahun ini merupakan langkah strategis untuk persiapan menuju Porprov ke-10 yang akan diselenggarakan di Kabupaten Morowali pada tahun 2026 mendatang. Bupati Amran menutup arahannya dengan pesan mendalam bagi seluruh pihak yang terlibat. Ia meminta para atlet, pelatih, hingga wasit untuk selalu menjunjung tinggi kejujuran di lapangan. “Jadikan ini sarana silaturahmi dan persaudaraan. Tanamkan nilai-nilai sportivitas dan kerja keras. Menang adalah bonus, tetapi integritas adalah yang utama,” tutup orang nomor satu di Kabupaten Tolitoli tersebut. (adv)