Loadingtea

NUSSA.CO, DONGGALA – Dalam langkah strategis untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan mengatasi kekurangan gizi, Pemerintah Kabupaten Donggala, melalui Dinas Perikanan, telah berhasil mendistribusikan 1,2 ton ikan kepada warga di Kabupaten Banawa Selatan. Distribusi yang berlangsung di desa Malino dan Lumbu Lama ini menjadi landasan kampanye berkelanjutan pemerintah daerah untuk mengurangi angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup warganya secara keseluruhan.

 

Inisiatif ini menargetkan total 354 rumah tangga di kedua desa tersebut. Secara spesifik, 159 keluarga di Desa Malino dan 195 keluarga di Desa Lumbu Lama menerima paket bantuan yang terdiri dari ikan segar dan produk olahan perikanan. Program ini dirancang untuk memberikan dukungan gizi segera sekaligus mendorong perubahan jangka panjang dalam kebiasaan makan menuju sumber makanan kaya protein.

 

Menurut pejabat pemerintah, pemilihan lokasi-lokasi spesifik ini dilakukan dengan sengaja. Dengan berfokus pada daerah-daerah di mana akses terhadap nutrisi yang beragam dan kaya protein terkadang terbatas, Dinas Perikanan bertujuan untuk menjembatani kesenjangan gizi yang sering menyebabkan masalah perkembangan pada anak-anak, yang umumnya dikenal sebagai stunting.

Ali Assegaf, Kepala Dinas Perikanan Donggala, menekankan bahwa distribusi ini bukanlah kegiatan sekali saja, tetapi merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia mencatat bahwa tujuan utamanya adalah untuk memastikan masyarakat memiliki sumber daya yang diperlukan untuk menjaga pola makan yang seimbang.

 

“Bantuan ini dimaksudkan untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat,” kata Ali Assegaf. “Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Donggala berharap dapat menurunkan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga, khususnya di daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan dalam mengakses makanan bergizi.”

 

Selain distribusi ikan secara fisik, program ini juga mencakup komponen pendidikan yang vital. Pemerintah daerah dan ahli perikanan memanfaatkan kesempatan ini untuk berinteraksi dengan warga, memberikan panduan tentang pentingnya memasukkan ikan segar ke dalam makanan sehari-hari mereka. Dengan mengedukasi keluarga tentang manfaat kesehatan ikan – seperti tingginya kadar asam lemak Omega-3, vitamin, dan mineral – pemerintah berharap dapat menumbuhkan budaya kesehatan yang berlanjut melampaui durasi program bantuan.

 

Keberhasilan distribusi ini merupakan hasil dari pendekatan “lintas sektor” yang terkoordinasi. Dinas Perikanan bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), petugas kesehatan setempat, dan pemerintah desa untuk memastikan bantuan tersebut sampai kepada keluarga yang paling rentan. Kerangka kerja kolaboratif ini dipandang penting untuk mengatasi masalah kompleks seperti stunting, yang membutuhkan intervensi dalam hal ketahanan pangan dan kesehatan.

 

Pemerintah Kabupaten Donggala telah menegaskan kembali dedikasinya terhadap tujuan ini, dengan menyatakan bahwa program serupa akan terus diluncurkan di kabupaten lain. Dengan memprioritaskan sektor perikanan sebagai alat untuk peningkatan sosial dan kesehatan, pemerintah bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya alam daerah untuk membangun generasi yang lebih kuat dan sehat.

 

Saat program berakhir di Banawa Selatan, fokus tetap pada pemantauan dampak jangka panjang dari intervensi gizi ini. Dengan upaya gabungan dari lembaga pemerintah daerah dan kerja sama masyarakat, Donggala semakin mendekati tujuannya untuk mewujudkan masa depan tanpa stunting dan populasi yang lebih tangguh. (JBX)