Karhutla Mengintai, BPBD Tolitoli Godok Status Tanggap Darurat
NUSSA.CO, TOLITOLI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli, mengambil langkah proaktif dalam menghadapi ancaman hidrometeorologi kering. Di tengah cuaca yang semakin panas dan kering, pemerintah daerah mulai memperkuat langkah antisipasi guna menanggulangi potensi darurat kekeringan yang dikhawatirkan memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran permukiman warga.
Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) terkait rencana penetapan status tanggap darurat yang digelar pada Rabu (19/8).
Rapat penting ini dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Tolitoli, Abdullah Haruna, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari unsur TNI, Polri, hingga sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tolitoli.
Dalam keterangannya, Abdullah Haruna menekankan bahwa koordinasi lintas instansi ini memegang peranan krusial untuk memastikan kesiapan seluruh elemen daerah. Kesiapan tersebut mencakup aspek sumber daya manusia (personel) hingga ketersediaan sarana dan prasarana pendukung di lapangan apabila eskalasi bencana kekeringan dan kebakaran terus meluas.
“Ini merupakan langkah untuk memperkuat koordinasi guna memastikan sumber daya personel dan sarana prasarana yang ada benar-benar siap,” ujar Abdullah.
Ia menjelaskan bahwa urgensi penetapan status tanggap darurat ini tidak lepas dari eskalasi kejadian di lapangan. Berdasarkan catatan dalam sebulan terakhir, frekuensi kejadian kebakaran, baik karhutla maupun insiden di kawasan permukiman warga, menunjukkan tren peningkatan yang cukup mengkhawatirkan. Kondisi ini dinilai sebagai dampak langsung dari perluasan wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem akibat cuaca.
Dengan payung hukum atau status tanggap darurat yang matang, pemerintah daerah berharap alur birokrasi penanganan bisa menjadi lebih cepat, sehingga proses mobilisasi sumber daya darurat dapat dilakukan secara sigap sewaktu-waktu bencana terjadi.
Selain memperkuat koordinasi institusional, BPBD Tolitoli bersama jajaran stakeholder terkait juga terus menggenjot sosialisasi dan kesiapsiagaan di akar rumput. Penanganan secara dini dinilai menjadi kunci utama agar titik-titik api kecil tidak berkembang menjadi bencana berskala besar yang sulit dikendalikan.
“Penetapan ini menjadi penting dalam upaya mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan,” tegas Abdullah.
Mengingat kondisi cuaca yang diprediksi masih akan terus kering dalam beberapa waktu ke depan, pihak BPBD menyampaikan imbauan tegas kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Tolitoli. Warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan secara mandiri dan menghindari segala bentuk aktivitas yang berpotensi memicu timbulnya percikan api—terutama di kawasan terbuka, lahan kosong, atau area perkebunan yang memiliki vegetasi kering dan sangat mudah terbakar.
Langkah antisipasi terpadu ini diharapkan mampu menekan risiko kerugian material maupun korban jiwa, sekaligus menjaga keamanan dan keselamatan warga Tolitoli dari ancaman bencana musiman tersebut. (ham)
Tinggalkan Balasan