Loadingtea

Acuan dari Juknis Kemendikbud, Nilai Atlet Beregu Dibagi 6, Nilai Edelweizz Masih Belum Mencukupi

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Kepala Sekolah SMKN 1 Balikpapan, Mujadi, mengklarifikasi bahwa Edelweizz Auradiva, siswa berprestasi tingkat nasional sebagai pemain Timnas sepak bola putri, ditolak masuk SMKN 1 karena nilai totalnya tidak mencukupi dibandingkan dengan pendaftar lainnya.

“Total nilai akhir setelah penambahan prestasi adalah 421,20, sementara nilai terendah yang diterima di SMKN 1 adalah 485,80,” jelas Mujadi. Sementara yang mendaftar untuk jalur prestasi non-akademik di jurusan yang dipilih hanya tiga siswa termasuk Edelweizz.

Menurut Mujadi, sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Pendidikan, jika prestasi diraih melalui permainan beregu, nilai dibagi enam. “Contohnya, jika sepak bola mendapatkan nilai 90, maka nilai tersebut dibagi 6 sehingga tambahan nilai cuma 15. Sementara jika prestasi diperoleh dari cabang olahraga perorangan seperti bulu tangkis, nilai tetap 90,” jelasnya.

Kabar sebelumnya dikutip dari lintasbalikpapan.com dan kabargupas.com Coach Dedi Achmad, orangtua Edelweizz, saat diwawancarai lewat sambungan telepon, Rabu (3/7/2024) mengungkapkan jika putrinya ditolak masuk SMKN 1 Balikpapan.

“Awalnya kami melakukan verifikasi data untuk jalur prestasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cabang Dinas Wilayah 1 Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU),” kata

Coach Dedi menjelaskan bahwa semua dokumen prestasi Edelweizz telah diserahkan, termasuk piagam piala gubernur dan Timnas sepak bola putri. Namun, Disdikbud Provinsi Kaltim hanya meminta piagam piala gubernur. Saat pendaftaran online, nama Edelweizz tidak muncul meski kuota masih tersedia. (*/yes)