Komisi I DPRD Samarinda Dukung Penambahan Anggaran Diskominfo, Perkuat Kinerja Berbasis Teknologi
NUSSA.CO, SAMARINDA – DPRD Samarinda melalui Komisi I memberikan dukungan terhadap usulan penambahan anggaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dalam APBD Tahun Anggaran 2027.
Tambahan ini diperlukan agar pelayanan berbasis digital tetap berjalan optimal, sekaligus memperkuat infrastruktur teknologi informasi yang dimanfaatkan pemerintah dan masyarakat.
Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Suparno mengatakan, beban kerja Diskominfo terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital di lingkungan pemerintahan maupun ruang publik.
Peningkatan alokasi anggaran dinilai layak menjadi perhatian dalam pembahasan APBD mendatang.
“Ruang lingkup kerja Diskominfo sangat luas, mulai dari penyediaan jaringan internet di kantor pemerintahan hingga kelurahan, termasuk akses WiFi gratis di ruang-ruang publik yang dimanfaatkan masyarakat,” kata Suparno saat ditemui Jumat (24/7) pagi.
Untuk tahun 2027, Diskominfo Samarinda diketahui mengusulkan anggaran sekitar Rp33 miliar. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan pagu indikatif yang disiapkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), yakni sekitar Rp25 miliar.
Sementara pada tahun anggaran sebelumnya, perangkat daerah tersebut mengelola anggaran sekitar Rp27 miliar.
Menurut Suparno, kebutuhan anggaran tambahan bukan hanya untuk memperluas layanan digital, tetapi juga memastikan operasional serta pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi tetap berjalan, termasuk sistem kamera pengawas (CCTV) yang telah dipasang di berbagai titik di Samarinda.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap langkah Diskominfo yang mengembangkan berbagai aplikasi secara mandiri melalui tenaga internal.
Strategi tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi anggaran karena tidak lagi bergantung pada jasa pihak ketiga.
“Ini merupakan langkah yang baik karena sistem dibuat oleh pegawai sendiri. Efisiensi anggarannya cukup besar, bahkan aplikasi SPMB yang mereka kembangkan sekarang juga dimanfaatkan oleh perangkat daerah lainnya,” jelasnya.
Meski mendukung penambahan anggaran, Suparno menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi perhatian utama.
“Kemampuan para programmer perlu terus diperbarui agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat,” ujarnya.
Selain penguatan kompetensi SDM, pembaruan perangkat keras maupun perangkat lunak juga dinilai penting untuk menjaga keamanan, stabilitas, serta keandalan sistem digital Pemerintah Kota Samarinda.
“Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Karena itu, dukungan anggaran untuk peningkatan kemampuan SDM serta pembaruan perangkat menjadi kebutuhan yang harus diperhatikan dalam pembahasan anggaran,” pungkasnya. *)
Tinggalkan Balasan