Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA – DPRD Samarinda menganggapi kelangkaan dan mengatur distribusi air bersih di Samarinda. Pihaknya secara intensif menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dinas-dinas terkait. Krisis air bersih ini sempat dipicu oleh masuknya kadar air garam ke kawasan muara sehingga proses pengolahan dan distribusi air terhenti sementara.

Pihak Perumda Tirta Kencana kini terus berupaya mengoptimalkan distribusi udara harian, sementara masyarakat diimbau untuk menghemat penggunaan air seperlunya.

Wakil Rakyat Samarinda terus memberikan penekanan kepada instansi terkait agar penanganan krisis udara berjalan optimal. “Upaya intensi terus kamu lakukan dengan memanggil sejumlah pihak, kami berharap persoalan ini bisa segera teratasi sehingga tidak menggangu kebutuhan distribusi air bersih ke masyarakat,” ujar Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah ditemui usai Shalat Istisqa’, Jum’at (11/9).

Di tengah situasi kekeringan ini, Helmi meminta seluruh warga untuk tetap menjaga kondusivitas daerah.

Masyarakat diminta untuk lebih cermat dalam memilah dan menyaring informasi agar tidak mempengaruhi maupun menyebarkan berita hoaks yang dapat menimbulkan kegaduhan.

“Masyarakat tetap tenang tidak mudah termakan isu-isu miring yang beredar. Kami telah mengusahakan semua yang terbaik agar krisis i i bisa segera teratasi,” pungkas Helmi. *)