Loadingtea

Sebut Sebagai Momen Sejarah

NUSSA.CO, SAMARINDA – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Samarinda menyambut baik pelaksanaan upacara Hari Kemerdekaan Indonesia ke-79 yang untuk pertama kalinya digelar di halaman Kantor Presiden di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, menggantikan lokasi tradisional di halaman Istana Negara, Jakarta. Keputusan ini dianggap sebagai langkah bersejarah yang menegaskan posisi IKN sebagai ibu kota masa depan Indonesia.

“Kami (warga NU) turut berbahagia atas digelarnya upacara kenegaraan di IKN. Ini momen sejarah. Hal ini bukan sesuatu yang harus diperdebatkan, karena pada prinsipnya semua wilayah di NKRI boleh menggelar upacara sakral ini,” ujar Agus Tri Sutanto, Wakil Ketua PCNU Samarinda, Minggu (18/8/2024)

 

Nahdlatul Ulama (NU) dan Perjuangannya untuk NKRI

Sejarah mencatat, Nahdlatul Ulama (NU) telah menjadi bagian integral dalam perjuangan bangsa Indonesia, baik dalam meraih maupun mempertahankan kemerdekaan. Organisasi Islam terbesar dan tertua di Indonesia ini didirikan pada 31 Januari 1926 oleh KH Hasyim Asy’ari bersama para ulama lainnya, dengan tujuan menentang penjajahan dan menjaga keutuhan NKRI.

Motivasi berdirinya NU didorong oleh dua faktor utama: agama dan nasionalisme. KH Hasyim Asy’ari, sebagai pendiri dan Rais Akbar (pemimpin tertinggi) pertama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), berusaha membangun organisasi Islam yang tidak hanya religius tetapi juga nasionalis. Melalui dakwahnya, NU menggalang kekuatan untuk melawan penjajahan Belanda, sebuah bukti nyata cinta tanah air dari para ulama, santri, dan umat Islam yang siap berjuang demi agama dan bangsa.

NU juga aktif menentang kebijakan kolonial yang merugikan rakyat pribumi, termasuk dalam bidang pendidikan, di mana mereka menolak diskriminasi yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Belanda. Perjuangan ini tidak berhenti setelah proklamasi kemerdekaan; saat Belanda kembali dengan NICA untuk menjajah Nusantara, NU merasa terpanggil untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia.

Kini, 79 tahun setelah kemerdekaan, NU terus berperan dalam menjaga keutuhan bangsa melalui berbagai cara, khususnya lewat jalan dakwah. Upacara bendera pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia tahun 2024 di IKN merupakan simbol dari komitmen NU dalam mendukung keutuhan NKRI dan semangat nasionalisme.

“Upacara bendera selalu diperingati di seluruh wilayah NKRI setiap tahun, meski biasanya tanpa kehadiran Presiden. Ini juga bukan sesuatu yang melanggar aturan,” tambah Agus.

PCNU Samarinda berharap, peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-79 ini dapat menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan antarwarga bangsa tanpa memandang suku dan agama. Semangat ini diharapkan akan menumbuhkan rasa memiliki dan kecintaan terhadap bangsa, yang menjadi modal dasar untuk berbuat dan berpikir bagi kepentingan negara. (*/yes)