Loadingtea

Pemerhati Lingkungan dan Mahasiswa Gelar Aksi Bersih-bersih Pantai

NUSSA.CO, TOLITOLI — Pemerhati Lingkungan bersama ratusan relawan yang merupakan aliansi pelajar, mahasiswa serta masyarakat umum kembali mendukung gerakan pelestarian lingkungan terkait isu pencemaran sampah, yang dikemas dalam aksi bersih-bersih pantai dalam rangka memperingati Hari World Cleanup Day (WCD), Jumat (29/09/2023) pagi.

Ratusan relawan terdiri pelajar dari beberapa sekolah, mahasiswa Universitas Madako Tolitoli, masyarakat peduli lingkungan serta pemerhati lingkungan yang dikoordinir oleh sang insiator, Wiyatmoko, membersihkan tumpukan sampah di kawasan Taman Mini Kampung Pajala, Pantai Susumbolan, Kecamatan Baolan.

“Alhamdulillah, ini merupakan komitmen kami untuk senantiasa care, peduli terhadap kondisi lingkungan kita, aksi bersih-bersih sampah di pantai mendapat dukungan semua pihak, kami dibantu pelajar dan mahasiswa. Kami juga bersyukur, di Tolitoli masih banyak orang yang mau perduli dengan lingkungan. Diharapkan ini menjadi contoh bagi kalangan lainnya,” ungkap Wiyatmoko di sela aksi.

Wiyatmoko mengaku, adanya sampah-sampah di kawasan pantai di Kabupaten Tolitoli tentu karena masih minimnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat, di tempat umum bahkan di pantai. Selain itu, ketersediaan infrastruktur pembuangan sampah juga sangat minim. Dan tak kalah penting, upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pelestarian lingkungan dan budaya membuang sampah pada tempatnya harus terus dilakukan, baik pemerintah maupun seluruh stakeholder di daerah ini.

Terpisah, Masrin-Dosen Universitas Madako menambahkan, mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan World Cleanup Day adalah puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi internal dengan sebutan Umada Fisip Peduli Lingkungan yang telah ia gagas sejak tahun 2020.

Kata Masrin, aksi bersih-bersih pantai merupakan bagian dari komitmen bersama dosen dan mahasiswa Madako, dengan mengacu kepada Tri Dharma Perguruan Tinggi serta pengabdian kepada masyarakat di bidang lingkungan.

Umada Fisip Peduli Lingkungan Universitas Madako juga punya program lain di bidang lingkungan, salah satu di antaranya adalah ikut mendukung pendirian bank sampah di Kabupaten Tolitoli.,

“Kami juga proaktif memberikan sumbang saran dan masukan, sekaligus fungsi kontrol terhadap beberapa kebijakan pemerintah daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ulasnya.

Wiyatmoko menambahkan, pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan harus terus dilakukan karena sampah yang tidak terkelola dapat mencemari lingkungan dan berdampak pada kesehatan masyarakat. Oleh karena itu ia berharap, melalui aksi bersih-bersih sampah ini dapat memupuk kesadaran seluruh masyarakat Kabupaten Tolitoli khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan. (ham)