Revisi Sistem Rujukan, DKK Balikpapan Belajar dari Kabupaten Sleman
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mengadakan koordinasi revisi sistem manual rujukan bersama Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini dilaksanakan pada 12 November 2024 lalu, dengan fokus utama menyempurnakan sistem rujukan maternal dan neonatal yang berlaku di Balikpapan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada revisi sistem manual rujukan, tetapi juga mempelajari implementasi program serupa di Kabupaten Sleman, yang telah dikenal dengan inovasi pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
“Koordinasi ini bertujuan untuk memperbarui sistem rujukan yang kami terapkan di Balikpapan, sekaligus belajar dari praktik terbaik yang telah diterapkan di Sleman,” ujar Alwiati, Senin (15/11/2024).
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Sekretaris Dinas Kesehatan, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Ketua Tim Kerja Kesehatan Keluarga, serta perwakilan dari puskesmas dan rumah sakit. Mereka turut mempelajari pelaksanaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) pada bayi baru lahir di RSUP Dr. Sardjito. Evaluasi ini penting untuk mengembangkan pelayanan neonatal yang lebih baik di Balikpapan.
“Kunjungan ke RSUP Dr. Sardjito dilakukan untuk mengevaluasi pelayanan SHK, memberikan masukan terkait kerja sama yang sudah berjalan, serta mendukung penyusunan dokumen sistem manual rujukan maternal neonatal,” jelas Alwiati.
Menurut Alwiati, revisi sistem manual rujukan ini akan menjadi langkah strategis dalam memastikan layanan kesehatan maternal dan neonatal dapat berjalan lebih efisien dan efektif. Sistem ini dirancang untuk mempercepat penanganan kasus darurat serta memastikan koordinasi yang baik antara fasilitas kesehatan di Kota Balikpapan.
“Dengan revisi ini, kami berharap sistem rujukan yang ada dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat, terutama ibu dan bayi, yang membutuhkan layanan kesehatan berkualitas,” imbuhnya.
Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya sinergi antara puskesmas dan rumah sakit dalam menyusun dokumen sistem manual rujukan yang komprehensif.
“Langkah ini adalah wujud komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi kesehatan ibu dan anak di Balikpapan,” tutup Alwiati. (Adv/day)
Tinggalkan Balasan