Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA – Progres pembangunan Teras Samarinda tahap 2 kini telah mendekati 100 persen. Segmen 2, 3, dan 4 telah rampung sesuai jadwal, sementara segmen 1 masih dalam tahap penyelesaian. DPRD Samarinda mengingatkan, proyek strategis ini tidak selesai dengan ukuran fisik, melainkan fungsi.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Arie Wibowo menilai, Teras Samarinda harus berfungsi sebagai ruang publik, bukan sebagai monumen yang hanya mengedepankan kemegahan fisik.

“Secara fungsional harus jangka panjang, bukan hanya sesaat. Jadi harus dipikirkan secara matang pengelolaan, perawatan, hingga potensi-potensi yang bisa menjadi manfaat bagi warga hingga pemerintah,” ujarnya, Rabu (17/6).

Ari juga menilai pentingnya menyeimbangkan kehadiran ruang publik sebagai ruang ekonomi yang mendorong perputaran roda ekonomi bagi pelaku UMKM di Samarinda.

Kehadiran pelaku UMKM menjadi satu ukuran keberhasilan keberadaan Teras Samarinda, dengan tidak menggangu kenyamanan warga yang ingin menikmati tepian Mahakam.

“UMKM harus disiapkan dan ditata, jangan sampai niat membangun ruang publik yang nyaman terganggu dengan kehadiran ruang ekonomi yang tidak tertata dengan rapi,” lanjutnya.

Politisi asal Partai Golkar ini menambahkan, tantangan Teras Samarinda bukan pada keberhasilan pembangunan semata, tetapi memastikan pemerintah mampu menjaga kawasan ini agar terus diminati warga sebagai ruang hiburan alternatif.

“Banyak ruang publik kehilangan magnet pengunjung di Samarinda, bukan karena bangunan yang jelek, tapi penataan yang tidak tertata dengan baik,” tambahnya.

Ari berharap, keberadaan Teras Samarinda menjadi kawasan yang benar-benar dimiliki warga guna menghasilkan interaksi sosial, budaya, sekaligus penguat identitas Samarinda sebagai kota yang beradab.

“Kita mau masyarakat terus datang dan merasa nyaman. Tentu ukurannya bukan sekarang, kita lihat nanti 5-10 tahun mendatang,” pungkas Ari Wibowo. *)