Bahaya Bekas Lubang Tambang Intai Nyawa Warga Samarinda, Ini Saran Komisi IV DPRD Samarinda!
NUSSA.CO, SAMARINDA – Lubang bekas galian tambang di Samarinda masih menjadi ancaman bagi masyarakat.
Sri Puji Astuti, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda menegaskan, upaya perlindungan terhadap masyarakat khususnya yang tinggal di sekitar kawasan bekas tambang harus diperkuat guna mencegah terjadinya korban jiwa.
Menurut politisi asal Partai Demokrat ini, perusahaan tambang memiliki tanggung jawab memastikan kawasan bekas tambang tidak mudah diakses oleh masyarakat.
Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah memasang pagar pengaman serta rambu-rambu peringatan yang jelas di setiap lokasi yang berisiko, serta pendirian posko keamanan.
“Harusnya dipagar dan diberikan tanda peringatan. Biasanya ada tanda bahaya atau gambar tengkorak sebagai peringatan agar masyarakat tidak mendekati area tersebut,” ujarnya, Rabu (10/6) siang.
Ia menambahkan, rentetan kecelakaan yang terjadi di lubang bekas tambang menjadi bukti aspek keselamatan masih memerlukan perhatian serius. Karenanya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas sebelum muncul korban baru.
Selain pengamanan fisik, Sri Puji juga menyoroti persoalan pengawasan yang selama ini kerap terkendala oleh pembagian kewenangan antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Meski demikian, menurutnya, perbedaan kewenangan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan keselamatan masyarakat.
“Kalau semua hanya mengatakan pengawasannya ada di provinsi atau pusat, akhirnya kita menjadi abai. Padahal keselamatan masyarakat harus tetap menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Diakuinya, aspek keselamatan selalu menjadi pertimbangan DPRD Samarinda saat membahas rencana pembangunan fasilitas publik.
“Waktu itu lahannya memang sudah disiapkan warga, tetapi karena dekat dengan lubang tambang, akhirnya kami sepakat tidak menyetujui lokasi tersebut,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan sekolah maupun fasilitas umum lainnya harus memperhatikan aspek keamanan jangka panjang agar tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat, khususnya peserta didik.
Sri Puji berharap perusahaan tambang dapat lebih proaktif melakukan pengamanan terhadap seluruh area bekas tambang yang masih terbuka. Menurutnya, langkah preventif merupakan cara paling efektif untuk menghindari terjadinya musibah.
“Perusahaan harus melakukan upaya preventif. Kalau perlu dipagar dan diberi peringatan yang jelas agar masyarakat mengetahui bahaya yang ada,” pungkasnya. *)
Tinggalkan Balasan