Tebar Sayur, Kerja Distanpanhor Tangani Stunting
NUSSA.CO, TOLITOLI – Konvergensi penanganan stunting di Kabupaten Tolitoli, benar-benar masif dan istiqomah. Salah satunya yang dilakukan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (Dispanghorti) melalui program cocok tanam sayur, di akhir 2024.
Program yang bakal dinikmati oleh keluarga sasaran stunting awal 2025 ini, dijelaskan Kepala Dinas Panghorti Tolitoli Ellya. P Sagala, bersumber dari anggaran APBD Tolitoli, senilai kurang lebih Rp 80 juta.
Dari nilai anggaran tersebut, kata Ellya, Dispanghorti akan melakukan pengadaan benih sayuran, kemudian dilakukan cocok tanam melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) di kecamatan dan desa.
“Jenis sayur yang kami pilih adalah sesuai standardisasi sayuran sehat dan bergizi, yakni bayam, kangkung, sawi dan tomat. Saat ini sudah dalam proses, Desember sudah mulai ditanam dan tiga bulan kemudian sudah bisa dinikmati oleh keluarga sasaran di 10 kecamatan se-Kabupaten Tolitoli,” sebut Ellya di ruang kerjanya, belum lama ini.
Tebar sayur, lanjut Ellya, tidak hanya berupa benih dan dikembangkan oleh KWT, disertai pula pupuk dan pendampingan petugas penyuluh pertanian dan sekolah lapang, dibantu tim penanganan stunting Dinas BKKN.
Sebagai pilot project pengembangan sayur, Dispanghorti menetapkan Kecamatan Dondo sebagai lokus awal, kemudian dilanjutkan di kecamatan lain. Tujuannya, agar penanganan stunting di Kabupaten Tolitoli bisa maksimal, dan mampu mendongkrak angka penurunan kasus stunting.
Ellya yakin, selain di bidang kesehatan, penanganan stunting melalui program pertanian dan cocok tanam sayur sehat dan bergizi ini juga efektif mengatasi kasus stunting, sebab ibu hamil yang mulai rutin mengonsumsi makan sehat dan bergizi, akan melahirkan generasi yang sehat dan kuat pula, serta pertumbuhan yang terjaga.
“Selain itu, program ini akan merangsang setiap warga desa untuk menanam sayur di pekarangan rumah, serta memberikan tambah ekonomi keluarga. Kami berharap, program ini terus berlanjut dengan support anggaran yang lebih baik lagi,” harapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, tahun 2022 angka stunting di Kabupaten Tolitoli sebesar 30,7 Persen dan pada Tahun 2023 turun menjadi 29,0 persen turun 1,7 persen semua ini adalah berkat kolaborasi antara semua stakeholder yang ada.
Setelah semua upaya dan kerja keras TPPS Kabupaten dan TPPS kecamatan dan desa, Pemkab Tolitoli menerima piagam penghargaan Predikat Terbaik V (lima) dari 13 (tiga belas) Kabupaten/Kota se Provinsi Sulteng. Adapun pemenang penghargaan Konvergensi Percepatan Penurun Stunting Kabupaten/Kota Tahun 2024 yakni Predikat Terbaik 1 di raih Kabupaten Parigi Moutong (124 Point), Predikat Terbaik 2 diraih Kota Palu (122 point), Predikat Terbaik 3 diraih Kabupaten Tojo Una-Una (115 point), Predikat Terbaik 4 diraih Kabupaten Banggai Kepulauan (110 point), Predikat Terbaik 5 diraih Kabupaten Tolitoli (108 Point) dan Predikat Terbaik 6 diraih Kabupaten Sigi (104 point) atas prestasi dalam penilaian kinerja 8 (delapan) aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi Kabupaten/Kota se Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2024, selain piagam penghargaan Pemkab Tolitoli juga mendapatkan bonus sebesar Rp 100.000.000. (ham)
Tinggalkan Balasan