Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Menyikapi tingginya angka prematuritas dan berat badan lahir rendah (BBLR) yang menjadi penyebab utama kematian bayi, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan melalui Tim Kerja Kesehatan Keluarga (Kesga) menggelar pembinaan intensif bagi Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED). Kegiatan ini berlangsung di Puskesmas Kariangau, Kamis (31/10/2024), dengan tujuan memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam menangani kondisi darurat neonatal.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dr. Izzah Baridah, Sp.A, yang memaparkan langkah-langkah strategis dalam mencegah dan menangani kasus prematuritas serta BBLR. “Prematuritas dan BBLR tidak hanya menjadi tantangan medis, tetapi juga risiko kematian yang signifikan. Pemeriksaan USG pada trimester ketiga sangat penting untuk deteksi dini,” jelasnya.

Materi yang disampaikan dr. Izzah mencakup pendekatan “First Golden Hour” atau jam pertama yang krusial bagi bayi baru lahir, metode perawatan kanguru, serta pemberian nutrisi optimal untuk mendukung pertumbuhan bayi BBLR.

Langkah Konkret Tingkatkan Pelayanan Kepala Puskesmas Kariangau, dr. Nur Ayu Hasanah, menjelaskan bahwa pembinaan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas Puskesmas PONED dalam memberikan layanan darurat persalinan dan neonatal. “Kami berharap seluruh petugas dapat memahami langkah-langkah pencegahan dan perawatan yang diperlukan untuk memastikan bayi lahir dengan sehat,” katanya.

Ketua Tim Kerja Kesga DKK Balikpapan, Nanik Sri Wahyuni, MPH, menegaskan pentingnya edukasi bagi tenaga kesehatan di Puskesmas PONED untuk mempersiapkan mereka menghadapi kondisi kegawatdaruratan neonatal. “Dengan pembinaan rutin, kami optimis bisa menekan angka kematian bayi dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.

Pembinaan ini melibatkan tenaga medis dari Puskesmas Kariangau dan Graha Indah, meliputi dokter, bidan, hingga Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM). Selain teori, para peserta juga diajak mendalami praktik deteksi dini risiko pada ibu hamil untuk mencegah komplikasi pada bayi.

Komitmen untuk Generasi Sehat DKK Balikpapan menekankan bahwa keberhasilan layanan PONED merupakan langkah penting dalam menciptakan generasi sehat di masa depan. Selain menangani prematuritas dan BBLR, layanan ini juga bertujuan memastikan ibu hamil mendapatkan perawatan yang layak selama masa kehamilan hingga persalinan.

“Kami berharap kegiatan ini mampu memotivasi tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan terbaik, terutama dalam menangani kondisi darurat yang membutuhkan intervensi cepat,” tutup Nanik.

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen DKK Balikpapan dalam mendukung upaya nasional menurunkan angka kematian bayi dan menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang. (Adv/day)