Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Komitmen mendukung ketahanan pangan nasional terus diperkuat oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan. Melalui program pembinaan kemandirian, sebanyak 200 bibit tanaman Pakcoy disemai oleh warga binaan perempuan menggunakan sistem hidroponik, sebagai bentuk kontribusi terhadap program akselerasi Kemenkumham dalam bidang pertanian modern yang berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program tahap pertama yang telah sukses dilaksanakan sebelumnya, di mana para warga binaan wanita berhasil melakukan panen perdana tanaman Pakcoy. Keberhasilan tersebut mendorong Rutan Balikpapan untuk terus mengembangkan program pembinaan keterampilan, khususnya budidaya tanaman dengan sistem tanpa tanah (soilless farming) yang ramah lingkungan dan efisien.

Kepala Rutan Kelas IIA Balikpapan, Agus Salim, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya dimaksudkan untuk memenuhi aspek ketahanan pangan, tetapi juga sebagai upaya nyata pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Menurutnya, teknik hidroponik sangat relevan untuk dikembangkan sebagai bekal keterampilan yang dapat digunakan oleh warga binaan saat mereka kembali ke masyarakat.

“Kami ingin memberikan nilai tambah selama masa pembinaan di dalam Rutan. Hidroponik adalah teknik pertanian modern yang tidak memerlukan lahan luas, cocok untuk dijalankan bahkan di lingkungan sempit. Kami berharap keterampilan ini dapat membuka peluang usaha baru bagi mereka kelak,” ujar Agus.

Program ini dikelola langsung oleh Subseksi Bimbingan Kegiatan (Bimgiat), yang secara rutin memberikan edukasi dan pendampingan teknis kepada warga binaan wanita. Proses penyemaian melibatkan pelatihan dasar seperti persiapan media tanam rockwool, pemilihan benih unggul, pemberian nutrisi AB Mix, serta pemantauan berkala pertumbuhan tanaman. Semua tahapan dilakukan secara sistematis dan diawasi oleh petugas pembinaan.

Kepala Subseksi Bimgiat juga menambahkan, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan perempuan. Dengan memberdayakan warga binaan melalui kegiatan produktif, Rutan Balikpapan turut mendorong transformasi positif dan pemulihan sosial bagi para penghuni rutan.

Dengan terus melanjutkan inovasi pembinaan seperti ini, Rutan Balikpapan tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberi harapan dan peluang baru bagi warga binaan untuk bangkit dan mandiri setelah menjalani masa pidana. (*/day)