Waspadai MERS-CoV, Pemkot Balikpapan Periksa Ketat Jemaah Haji
NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Menyusul gelombang kepulangan jemaah haji dari Tanah Suci, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Kesehatan (DKK) mengambil langkah sigap dengan memperketat pengawasan kesehatan di area debarkasi. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran virus MERS-CoV yang berpotensi terbawa dari wilayah Timur Tengah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi erat dengan Balai Karantina Kesehatan untuk melaksanakan skrining ketat terhadap seluruh jemaah yang tiba. Fokus pemeriksaan meliputi suhu tubuh, gejala pernapasan, dan kondisi fisik umum.
“Setiap jemaah yang menunjukkan suhu tubuh di atas 38 derajat langsung kami pisahkan untuk evaluasi lebih lanjut. Kami tidak ingin ada potensi penularan di tengah masyarakat,” tegas Alwiati, Selasa (17/6/2025).
DKK juga telah menyiagakan tim medis di lokasi kedatangan serta menunjuk RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo sebagai rumah sakit rujukan utama jika ditemukan kasus dengan gejala mencurigakan. Meski pandemi Covid-19 telah berlalu, Alwiati mengingatkan bahwa MERS-CoV, yang masih satu keluarga dengan Coronavirus, tetap berpotensi menimbulkan wabah baru.
“Gejalanya bisa menyerupai flu biasa, tapi karena berasal dari kawasan endemik dan punya tingkat fatalitas tinggi, tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
Selain pemeriksaan di lapangan, DKK juga mengimbau jemaah dan keluarga untuk tidak menganggap remeh gejala seperti batuk, demam, atau sesak napas. Upaya pencegahan melalui pemulihan fisik yang optimal, konsumsi vitamin, serta penggunaan masker dianjurkan selama masa adaptasi pasca-perjalanan jauh.
“Ibadah haji itu sangat melelahkan secara fisik dan mental. Kami minta agar para jemaah beristirahat cukup, menjaga pola makan, dan bila merasa tidak sehat, segera periksa ke Puskesmas atau rumah sakit,” tambahnya.
Dengan lonjakan arus balik jemaah yang padat, langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab Pemkot dalam menjaga ketahanan kesehatan publik. Pemeriksaan dini dan respons cepat diharapkan mampu menekan risiko penyebaran penyakit menular yang dapat berdampak luas. (Adv/DiskominfoBpp)
Tinggalkan Balasan