Loadingtea

Kabarnya Bawa Pistol dan Samurai, Ancam Pekerja Bangunan

NUSSA.CO, TOLITOLI — Aksi todong menodong senjata api tidak hanya ada dalam adegan film koboi, dalam kehidupan nyata pun bisa saja terjadi. Kamis (03/08/2023) siang, diduga ada aksi koboi disertai suara letusan tembakan senjata api tepatnya di area HPH PT. Sentral Patu Lempa (SPL) Sungai Labanti, Desa Janja, Kecamatan Lampasio. Rekaman video singkat pun viral beredar.

Seorang pekerja bangunan berinisial Am (40) menjadi korban pengancaman senpi oleh seseorang berinisial Wa. Am merupakan warga Tolitoli yang dipekerjakan untuk membangun pos jaga kawasan plus portal di area PT SPL.

Kepada Radar Sulteng Am menceritakan, Kamis siang sekira pukul 01.00 Wita, ia bersama dua rekannya yakni Ir dan Pa sedang bekerja membangun pos jaga yang terbuat dari papan dan kayu, termasuk portal lintasan jalan masuk.

“Saya kan cuman bekerja dirusuh buat pos jaga dan portal. Eh tiba-tiba ada 12 pengendara motor sedang membawa BBM hendak masuk ke area perusahaan menuju lokasi tambang, tetapi terhalang portal. Nah, mereka balik kanan tetap tidak berapa lama kemudian datang lagi bersama seseorang berinisial Wa dengan membawa samurai dan pistol di pinggang belakangnya, bahkan sempat satu kali meletus ke arah atas, ya kami diam saja tidak melawan, tapi orang itu tidak juga berani menembak,” tutur Am saat diwawancarai. “Ada rekaman videonya kok di HP, di situ ada tombak, pistol, dan mereka terus marah,” timpal Am.

Saksi lainnya Ip—koordinator Camp II PT SPL mengatakan, ia memang mempekerjakan Am untuk membangun pos jaga dan portal di areal perusahaan. Dua proyek tersebut dibangun sebagai upaya untuk menjaga keamanan peralatan atau alat kerja di areal perusahaan. Sedangkan mereka pengendara motor diduga membawa BBM untuk menyuplai aktivitas pekerjaan tambang ilegal di luar kawasan milik perusahaan.

Am mengaku, usai kejadian pengancaman tersebut dirinya telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Lampasio maupun ke Polres Tolitoli.

“Ya, harapan kami kepolisian menindak tegas persoalan ini. Bahaya, bisa saja mengancam keselamatan warga lainnya,” kata Am yang mengaku telah dimintai keterangan petugas Polres Tolitoli.

Dikonfirmasi terpisah Kapolres Tolitoli AKBP Bambang Herkamto SIK mengaku belum mengetahui secara detail peristiwa tersebut. Ia juga belum bisa memastikan apakah itu benar senjata api atau sebaliknya.

“Ya kami berterimakasih atas informasi yang disampaikan, terkait ada warga yang menggunakan senpi, ya nanti akan kami tindaklanjuti. Dan saya tidak berani menyimpulkan bahwa itu senpi atau bukan, benar atau tidak. Dan termasuk informasi dugaan BBM ilegal, kamijuga akan berkoordinasi ke instansi terkait untuk melakukan pengecekan di lapangan,” jawab Kapolres di ruang kerjanya. (ham)