102 Video IKN Diserahkan, Dian Rana Jaga Sejarah yang Nyaris Terlewat
NUSSA.CO, JAKARTA — Komitmen dokumentator independen Dian Rana dalam menjaga jejak sejarah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali ditunjukkan. Setelah menerima penghargaan, ia melanjutkan langkah konkret dengan menyerahkan 102 arsip video kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk melalui proses penilaian sebagai arsip bernilai sejarah.
Arsip yang diserahkan merupakan hasil dokumentasi lapangan yang dikumpulkan sepanjang 2022 hingga sebagian 2023. Seluruh materi telah melalui proses seleksi dan penataan secara sistematis, dilengkapi data lokasi serta deskripsi setiap rekaman guna mendukung proses kurasi.
Langkah ini bukan sekadar penyerahan dokumen, melainkan bagian dari upaya memastikan bahwa dinamika pembangunan IKN terdokumentasi secara utuh dan dapat diakses sebagai sumber pembelajaran di masa depan.
“Setiap video sudah dilengkapi data pendukung agar memudahkan proses identifikasi dan penilaian,” ujar Dian.
Penyerahan ini menjadi bagian dari target jangka panjang Dian untuk mendonasikan sekitar 1.200 video dokumentasi pembangunan IKN secara bertahap. Ribuan rekaman tersebut merekam perubahan kawasan secara langsung dari lapangan, menghadirkan perspektif faktual yang jarang terdokumentasi secara resmi.
Sebelumnya, ANRI telah menetapkan 27 arsip digital karya Dian sebagai arsip statis nasional. Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa dokumentasi independen memiliki nilai penting dalam memperkaya memori kolektif bangsa.
Bagi Dian, langkah ini berangkat dari kesadaran sederhana: setiap proses pembangunan adalah bagian dari sejarah yang layak disimpan. Apa yang awalnya dilakukan secara mandiri kini berkembang menjadi kontribusi nyata bagi negara.
Selain mendokumentasikan, ia juga menuangkan pengalamannya dalam buku yang mengisahkan perjalanan di balik pembangunan IKN, sekaligus menjadi refleksi atas peran individu dalam mencatat sejarah.
Ia berharap semakin banyak masyarakat tergerak untuk melakukan hal serupa—mendokumentasikan peristiwa di sekitar mereka sebagai bagian dari upaya menjaga ingatan kolektif bangsa.
“Arsip hari ini adalah warisan untuk generasi mendatang. Semakin banyak yang terlibat, semakin kaya sejarah yang bisa kita jaga,” ujarnya.
Saat ini, 102 arsip video tersebut masih dalam tahap kurasi dan penilaian di ANRI sebelum ditetapkan sebagai arsip yang memiliki nilai guna kesejarahan. (*/day)
Tinggalkan Balasan