Alwi Al Qadri : Saya Akan Panggil Dinas Perdagangan!
Ketua DPRD Balikpapan Soroti Dugaan Peredaran Beras Oplosan
NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, angkat bicara soal dugaan beredarnya beras oplosan di pasaran kota Balikpapan. Menurutnya, informasi tersebut harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan guna memastikan kebenarannya.
“Kemarin kita dengar soal minyak goreng oplosan, sekarang isu beras oplosan mencuat. Ini mengingatkan saya pada kejadian lama ketika pernah ada isu beras plastik. Sekarang yang terjadi adalah beras kualitas biasa dioplos, lalu dijual dengan harga beras premium. Ini tentu merugikan masyarakat,” tegas Alwi, Kamis (24/7/2025).
Menurut Alwi, praktik semacam itu tidak hanya merugikan konsumen, tapi juga merupakan bentuk penipuan yang harus segera diungkap. Ia meminta Dinas Perdagangan segera turun tangan bersama Komisi II DPRD Balikpapan untuk melakukan sidak ke lapangan.
“Saya akan panggil Dinas Perdagangan secepatnya untuk meminta mereka turun langsung ke pasar. Jangan sampai ini hanya menjadi isu tanpa bukti. Tapi kita juga tidak bisa anggap remeh, karena jika benar terjadi, ini masalah serius. Maka itu, kita harus cek faktanya,” ujarnya.
Alwi juga meminta media massa untuk berperan aktif dalam memberikan informasi yang akurat terkait lokasi, merek, maupun indikasi daerah peredaran beras oplosan tersebut.
“Kalau ada indikasi kuat, tolong rekan-rekan media informasikan ke kami. Tapi jangan diumbar dulu ke publik, nanti keburu diketahui dan pelakunya bersih-bersih. Lebih baik kita tindak diam-diam dan temukan bukti di lapangan,” pintanya.
Ia menjelaskan, praktik pengoplosan beras biasanya dilakukan dengan mencampur beras medium ke dalam kemasan beras premium agar bisa dijual lebih mahal. Harga beras premium saat ini berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per 5 kilogram, sementara harga beras medium hanya sekitar Rp70 ribuan.
“Misalnya beras medium harga Rp70 ribu dicampur, lalu dikemas dan dijual seolah-olah itu beras premium seharga Rp150 ribu. Ini jelas penipuan. Masyarakat yang ingin membeli beras terbaik malah tertipu dan mendapatkan kualitas rendah,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa DPRD Kota Balikpapan akan menindaklanjuti isu ini secepatnya demi melindungi konsumen dan menjaga integritas perdagangan bahan pokok di kota ini.
“Saya mengecam keras jika benar ada praktik semacam ini. Insyaallah dalam waktu dekat kami akan turun bersama dan menindak pelaku bila ditemukan. Kita ingin masyarakat mendapatkan beras yang sesuai dengan harga dan kualitas,” tutup Alwi. (Adv)
Tinggalkan Balasan