Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA – Keterbatasan anggaran menjadi penghalang rencana renovasi SMP Negeri 24 Samarinda yang selama bertahun-tahun terdampak banjir belum dapat dipastikan dalam waktu dekat. Sekolah yang berada di Jalan Pangeran Suryanata ini menjadi salah satu sekolah yang rutin terdampak banjir saat hujan dengan intensitas tinggi.

Mohammad Novan Syahronny Pasie, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda mengatakan, persoalan yang dihadapi sekolah tidak hanya berkaitan dengan bangunan, tetapi juga kondisi lahan yang berada lebih rendah dibanding kawasan di sekitarnya.

Menurutnya, rencana renovasi tidak hanya memperbaiki bangunan sekolah, namun memastikan kawasan ini tidak kembali terendam banjir jika hujan turun.

“Kenapa perlu anggaran besar? Karena bukan cuma bangunan yang diperbaiki, tetapi juga kawasannya. Kawasannya harus dipastikan harus terbebas dari banjir, supaya kejadian serupa tidak berulang,” ujar Novan, Senin (20/6) siang.

Novan menjabarkan, skema relokasi sempat mencuat namun mendapat banyak penolakan dari orang tua murid, serta belum menemukan lokasi pengganti yang cocok.

“Kalau berbicara kelayakan, sebenarnya opsi yang paling ideal adalah relokasi. Namun persoalannya sampai saat ini belum ada lokasi pengganti yang tersedia. Selain itu juga ada penolakan dari sejumlah wali murid,” ungkap Novan.

Politisi Partai Golkar ini belum dapat memastikan apakah penanganan SMPN 24 akan masuk dalam program pembangunan tahun 2027.

Menurutnya, pembahasan usulan program dan alokasi anggaran tahun depan masih akan dibahas bersama Dinas Pendidikan Samarinda.

Ia menilai proyek tersebut membutuhkan perencanaan matang karena mencakup pembangunan fisik sekolah sekaligus pembenahan kawasan lahan yang selama ini menjadi titik persoalan.

“Ini bukan hanya soal membangun gedung sekolah. Kawasan lahannya juga harus ditata dan dimaksimalkan agar persoalan banjir bisa diselesaikan,” tutup Novan. *)