Loadingtea

NUSSA.CO, PPU – Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Andi Trasodiharto, kini tengah melakukan berbagai langkah strategis untuk menghadapi Masa Tanam (MT) kedua. Menghadapi tantangan yang sering kali datang dari perubahan cuaca, serangan hama, serta keasaman tanah yang tinggi, Dinas Pertanian PPU terus berupaya untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Andi Trasodiharto menekankan bahwa persiapan menghadapi MT kedua tidak hanya dilakukan secara teknis, tetapi juga melalui sosialisasi intensif kepada para petani. Dinas Pertanian telah menugaskan satu penyuluh pertanian untuk setiap kelurahan dan desa agar bimbingan dan informasi dapat langsung diterima oleh para petani.

“Kami berupaya memberikan bimbingan yang tepat dan cepat kepada para petani melalui penyuluh pertanian yang ditempatkan di lapangan. Dengan demikian, mereka dapat dengan sigap menghadapi perubahan cuaca yang sering kali tidak terduga dan berpotensi memengaruhi masa tanam,” ujar Andi Trasodiharto pada Rabu (18/9/2024).

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah perubahan cuaca yang sulit diprediksi, terutama saat memasuki masa tanam kedua. Oleh karena itu, mitigasi terhadap cuaca ekstrem menjadi salah satu fokus utama Dinas Pertanian. Selain itu, dukungan teknologi dan pengetahuan bagi para petani juga ditingkatkan, dengan memberikan panduan dan solusi praktis untuk menghadapi kondisi cuaca yang berubah-ubah.

Dari segi hama, Dinas Pertanian PPU tidak bekerja sendiri. Mereka menggandeng Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) untuk bersama-sama mengatasi hama yang kerap menyerang lahan pertanian. Upaya ini merupakan bagian dari strategi terpadu untuk meminimalkan risiko gagal panen akibat serangan hama.

“Kami selalu berkolaborasi dengan UPT Pengendali OPT untuk menangani hama yang sering kali menjadi momok bagi petani. Langkah antisipasi sudah dilakukan, namun kami terus memantau perkembangan di lapangan untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana,” jelas Andi Trasodiharto.

Tidak hanya itu, tantangan keasaman tanah juga menjadi perhatian khusus. Keasaman tanah yang tinggi dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen, terutama di beberapa area pertanian di PPU. Sebagai langkah antisipatif, Dinas Pertanian PPU telah menyediakan bantuan kapur dan bahan anti-asam kepada para petani untuk menurunkan kadar asam di tanah mereka. Andi Trasodiharto menegaskan bahwa langkah ini harus terus dievaluasi untuk memastikan efektivitasnya.

“Bantuan kapur yang kami berikan kepada petani diharapkan dapat membantu menurunkan keasaman tanah. Namun, kami akan terus mengevaluasi dampaknya agar hasil yang dicapai lebih maksimal,” tambahnya.

Dalam upaya memperkuat produktivitas pertanian di PPU, Dinas Pertanian juga menggandeng petani lokal untuk lebih inovatif dalam pengelolaan lahan dan tanaman mereka. Dukungan teknologi dan pelatihan rutin menjadi agenda yang terus ditingkatkan, agar para petani semakin siap menghadapi tantangan di lapangan.

Dengan berbagai langkah strategis yang dilakukan, Dinas Pertanian PPU optimistis bahwa produktivitas pertanian di masa tanam kedua akan meningkat. Pemantauan yang intensif serta dukungan penuh kepada para petani diharapkan dapat memastikan keberhasilan panen di tengah berbagai tantangan yang ada. (Adv/DiskominfoPPU)