Budiono: Pasar Klandasan Butuh Perbaikan Fasum dan Fasos Demi Kenyamanan Pengunjung
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, menyoroti kondisi fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di Pasar Klandasan, Kecamatan Balikpapan Kota. Dalam kunjungannya, ia menemukan sejumlah persoalan yang masih perlu dibenahi, mulai dari kebersihan, kondisi kamar mandi, hingga infrastruktur atap yang mengalami kebocoran.
“Kami menerima banyak keluhan dari pedagang dan pengunjung terkait kebersihan pasar, terutama kondisi kamar mandi yang memerlukan perbaikan segera. Selain itu, beberapa titik atap masih bocor dan harus dievaluasi agar tidak mengganggu aktivitas perdagangan,” ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Budiono menegaskan bahwa DPRD akan mendukung penambahan anggaran jika diperlukan untuk memastikan perbaikan fasilitas dapat segera dilakukan. “Jika memang diperlukan tambahan dana untuk perbaikan, kami siap mendukung. Kenyamanan pengunjung dan pedagang adalah prioritas utama, terlebih menjelang bulan Ramadan yang akan meningkatkan aktivitas di pasar ini,” tegasnya.
Selain menyoroti persoalan infrastruktur, Budiono juga mengapresiasi langkah modernisasi yang mulai diterapkan di Pasar Klandasan, salah satunya melalui sistem transaksi non-tunai berbasis QRIS. Menurutnya, inovasi ini merupakan langkah maju dalam digitalisasi pasar tradisional di Balikpapan.
“Pasar Klandasan sudah mulai beradaptasi dengan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS, termasuk dalam hal retribusi kios. Ini perkembangan yang sangat positif dan patut kita apresiasi karena memudahkan transaksi serta meningkatkan transparansi,” tuturnya.
Namun, Budiono juga menekankan bahwa masih ada aspek lain yang perlu diperhatikan, seperti penataan parkir dan ruang terbuka hijau (RTH) di sekitar pasar. Ia menilai, keberadaan RTH dan parkir yang tertata rapi akan meningkatkan daya tarik Pasar Klandasan sebagai pusat ekonomi sekaligus ikon kota.
Selain itu, revitalisasi Blok D dan sejumlah los yang belum diperbaiki juga menjadi salah satu perhatian DPRD dalam penganggaran mendatang. “Kami ingin Pasar Klandasan menjadi lebih modern, tertata rapi, dan memiliki fasilitas yang lengkap. Jika semua aspek ini diperbaiki, tentu akan menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan perputaran ekonomi di pasar ini,” jelasnya.
Dalam upaya tersebut, DPRD berkomitmen untuk berkoordinasi dengan dinas terkait agar revitalisasi pasar tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek kenyamanan dan kemudahan akses bagi masyarakat. “Harapannya, pasar ini tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga tempat yang nyaman bagi masyarakat. Kami akan terus mengawal proses perbaikannya agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh semua pihak,” pungkas Budiono.
Dengan perbaikan fasilitas yang lebih baik serta modernisasi sistem transaksi, Pasar Klandasan diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan mendukung geliat perekonomian lokal, terutama menjelang Ramadan. (Adv)

Tinggalkan Balasan