Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Menghadapi meningkatnya kebutuhan pangan jelang Hari Raya, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) terus bergerak cepat guna memastikan ketersediaan bahan pokok, khususnya daging beku yang menjadi salah satu komoditas utama.

Senin (5/5/2025), DKP3 menggelar Rapat Penyusunan Neraca Pangan yang dipimpin langsung oleh Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahjuningsih. Rapat ini menghadirkan sejumlah distributor daging beku dan Tim Kerja Kesehatan Masyarakat Veteriner dari Bidang Kehewanan dan Peternakan.

Sri Wahjuningsih menegaskan bahwa penyusunan neraca pangan bukanlah sekadar formalitas atau agenda rutin tahunan. Lebih dari itu, ini merupakan instrumen vital dalam memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.

“Neraca pangan adalah fondasi utama dalam pengambilan kebijakan. Dengan data yang akurat, kita bisa mendeteksi potensi surplus maupun defisit komoditas tertentu, terutama daging beku yang permintaannya meningkat tajam menjelang hari raya,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, DKP3 menekankan pentingnya transparansi dan pembaruan data dari para pelaku distribusi. Data riil mengenai pemasukan dan pengeluaran daging beku akan digunakan sebagai dasar dalam perencanaan dan intervensi pasar bila diperlukan.

Sri Wahjuningsih juga menyoroti perlunya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta. Ia menyebut, tantangan dalam distribusi pangan tidak bisa diatasi sendirian oleh pemerintah. Dukungan aktif dari pelaku usaha sangat dibutuhkan untuk menjaga rantai pasok tetap lancar.

“Kami mengajak para distributor untuk aktif memberikan informasi secara berkala. Hanya dengan kerja sama yang solid, kita bisa memastikan pasokan tetap aman, merata, dan harga terjaga stabil di tengah lonjakan konsumsi masyarakat,” katanya.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang DKP3 dalam membangun sistem ketahanan pangan lokal yang tangguh, adaptif, dan responsif terhadap perubahan dinamika pasar.

Pemerintah berharap, melalui koordinasi yang erat antar pemangku kepentingan, Kota Balikpapan mampu menjaga ketersediaan pangan pokok — tidak hanya menjelang hari besar, tetapi juga untuk jangka panjang sebagai bagian dari pembangunan ketahanan pangan berkelanjutan. (Adv/DiskominfoBpp)