Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN -Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai menyalurkan bantuan pangan kepada warga Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang kini tengah dilanda krisis akibat musim kemarau panjang. Gubernur Kaltim, H. Rudy Mas’ud, memastikan bahwa pada tahap awal ini, sebanyak 68 ton dari total 680 ton bantuan beras telah dikirim menggunakan kapal kecil.

“Yang dikirim tahap awal ini 68 ton, dari total keseluruhan 680 ton. Nanti akan disusul penyaluran berikutnya secara bertahap. Karena kondisi geografis Mahulu cukup ekstrem, maka pendistribusian dilakukan lewat kapal kecil yang dapat menjangkau tepian-tepian sungai,” ujar Rudy saat memberikan keterangan.

Kabupaten Mahakam Ulu saat ini berada dalam kondisi darurat pangan. Kemarau panjang yang melanda kawasan tersebut menyebabkan akses logistik menjadi sangat terbatas. Banyak wilayah terpencil seperti Batu Dinding dan Batu Meja yang hanya bisa diakses melalui jalur air, sehingga memperlambat proses distribusi bahan kebutuhan pokok.

Rudy juga menyampaikan bahwa dirinya telah berkoordinasi langsung dengan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga di Jakarta. Ia melaporkan bahwa harga LPG subsidi 3 kilogram di Mahulu bahkan telah melonjak hingga di atas Rp300 ribu per tabung, akibat sulitnya jalur distribusi.

“Saya sempat bertanya apakah bisa kita drop tabung LPG pakai helikopter. Tapi ternyata tidak memungkinkan, karena tekanan tinggi dalam tabung hanya disegel biasa. Kalau terguncang bisa meledak. Jadi, satu-satunya jalur tetap lewat sungai,” jelas Rudy.

Terkait pengiriman bahan bakar minyak (BBM), menurut Rudy, distribusi lewat pesawat masih memungkinkan dengan pengemasan khusus. Namun ketersediaan armada pesawat juga menjadi kendala tersendiri.

Di sisi lain, Rudy memastikan bahwa pembangunan infrastruktur transportasi menuju Mahulu terus dikebut. Salah satunya adalah bandara yang saat ini tengah dibangun dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

“Insyaallah tahun ini selesai. Saya sudah meninjau langsung progres pembangunan bandara di Mahulu bersama Pj Bupati. Saat kita ke sana kemarin, perjalanan dari Balikpapan ke Mahulu via helikopter hanya sekitar satu setengah hingga dua jam,” jelas Rudy.

Gubernur mengajak semua pihak di daerah, termasuk pemerintah kabupaten dan relawan, untuk bersama-sama memastikan distribusi bantuan sampai tepat sasaran. (day)