Investasi Rp200 Miliar Masuk ke Balikpapan, Gerindra Tekankan Pemerataan Manfaat
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Fraksi Gerindra DPRD Balikpapan menyoroti dampak positif pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terhadap lonjakan investasi di kota ini. Dalam rapat paripurna DPRD, Juru Bicara Fraksi Gerindra, Siswanto Budi Utomo, menegaskan bahwa kehadiran IKN membuka peluang besar bagi perekonomian daerah, terutama di sektor infrastruktur, perhotelan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balikpapan, hingga saat ini telah diterbitkan lebih dari 5.000 Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan total nilai investasi mencapai Rp200 miliar. Angka ini menunjukkan tingginya minat investor untuk menanamkan modalnya di Balikpapan, yang menjadi gerbang utama menuju IKN.
Selain itu, proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Proyek pengembangan kilang minyak ini berkontribusi terhadap peningkatan investasi hingga 50 persen, sekaligus menciptakan berbagai peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Namun, Fraksi Gerindra mengingatkan bahwa lonjakan investasi ini harus diimbangi dengan regulasi yang mendukung kemudahan berusaha. Persaingan antar daerah dalam menarik investor semakin ketat, sehingga diperlukan kebijakan yang proaktif dan kondusif bagi dunia usaha.
“Regulasi yang jelas dan berpihak pada iklim investasi akan memperkuat daya saing Balikpapan. Kami berharap Raperda ini dapat segera ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) agar investasi yang masuk dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal,” ujar Siswanto.
Fraksi Gerindra juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap realisasi investasi. Mereka mengingatkan bahwa investasi yang masuk harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam bentuk penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan daerah, maupun pembangunan infrastruktur yang lebih baik.
“Kami tidak ingin investasi hanya menjadi angka di atas kertas. Harus ada mekanisme yang memastikan bahwa modal yang masuk benar-benar berdampak bagi masyarakat luas, bukan hanya menguntungkan segelintir pihak,” tegasnya.
Dengan adanya komitmen dari DPRD dan pemerintah daerah, diharapkan investasi di Balikpapan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang. (Adv)
Tinggalkan Balasan