Loadingtea

2024 Raih Predikat Terbaik ke-5 se-Sulteng

NUSSA.CO, TOLITOLI – Kerja-kerja “keroyokan” penanganan kasus stunting di Kabupaten Tolitoli tak pernah kendor di bawah pimpinan pemerintahan Bupati Tolitoli H. Amran H. Yahya-Moh. Besar Bantilan.

Bahkan, penghargaan nasional predikat terbaik ke-5 Se-Sulawesi Tengah dalam penanganan stunting pernah dicapai pada pertengahan 2024.

Penghargaan itu bahkan menjadi cambuk bagi pemerintahan Bupati Tolitoli H. Amran H. Yahya dan wakilnya Moh. Besar Bantilan bersama tim terpadu, untuk terus mendeteksi dan sigap dalam penanganan.

“Kami di Dinas Kesehatan juga memiliki ujung tombak pelayanan yakni Posyandu di tiap dusun, dan ini terus kami maksimalkan untuk mendeteksi keberadaan kasus stunting. Setelah ditemukan, langsung diberikan penanganan pertama, seperti pemberian makanan tambahan, susu, dan asupan gizi dan sebagainya. Ini terus dilakukan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Tolitoli M. Nasir H. Hasan Dg Marumu SIP MSi, Senin (28/10/2024).

Disebutkan, Dinkes Tolitoli telah merangkum data sementara jumlah anak dengan kasus stunting hingga Juli 2024 berdasarkan E-PPGBM atau Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat.

“Jumlahnya mencapai 7,1 persen dari 973 bayi yang terdeteksi. Ini menunjukkan penurunan dari tahun 2023. Karena itu, target kami hingga akhir tahun 2024, angka persentase itu bisa turun drastis,” harapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Tolitoli Lely Husna Bantilan S.Sos kembali mengingatkan bahwa, upaya penurunan prevelansi stunting di Kabupaten Tolitoli, tidak hanya tugas BKKBN.

Tugas besar ini hingga kini istiqomah dilakukan secara “keroyokan”, oleh P2KB bersama semua OPD, termasuk TNI Polri yang juga ikut berjuang di tengah masyarakat.

“BKKBN melalui P2KB Tolitoli memberi apresiasi kepada TNI dan Polri yang terus membantu kami dalam penanganan stunting, kita berharap setiap tahun kasus stunting terus menurun. Dinas Kesehatan dengan programnya, demikian pula dinas-dinas lain gencar merealisasikan program kerja penanganan stunting, jadi ini yang dimaksud kroyokan kasus stunting,” ungkap Lely Husna yang menambahkan, BKKBN telah meluncurkan program kemitraan melalui wadah 1000 mitra untuk 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Lanjut Lely, umumnya faktor kasus stunting terjadi di antaranya akibat pernikahan dini. “Sebab, dari pernikahan dini itu biasanya si ibu muda tidak memperhatikan pola hidup sehat, gizi dan hal lain yang berhubungan dengan kesehatan janin, dari situ awal mula terjadinya stunting,” ulasnya.

Saat ini, kata Lely, angka stunting di Indonesia masih tinggi. Dari hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019, prevalensi stunting di Indonesia masih sebesar 27,67 persen. Sedangkan di Sulteng yang paling tinggi prevalensi kasus stuntingnya di Kabupaten Sigi yakni mencapai 40,7 persen, dan Parigi Moutong mencapai 31,8 persen dari total penduduk, dan yang paling berkontribusi terhadap kasus stunting di dua daerah ini adalah pernikahan dini.

Terbaik ke-5 Penanganan Stunting se-Sulteng

Selain itu, kerja keras Pemkab Tolitoli dan tim terpadu dalam penanganan stunting mendapat apresiasi dan penghargaan langsung dari Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Urusan Pemerintah Daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada acara Rembuk Stunting 2024, pada bulan Juli 2024.

Karena itu, Gubernur Sulteng Rusdi Mastura menyampaikan, kerja keras dan keberhasilan kabupaten dan kota se Provinsi Sulawesi Tengah dan utamanya Kabupaten Tolitoli yang telah berupaya menurunkan angka stunting, harus terus dilakukan.

“Penghargaan ini jangan membuat kita terlena, lantas kendor. Justru harus digenjot lagi penanganan stunting, deteksi hingga ke pulau-pulau, dan daerah terpencil,” pesan gubernur yang menyebutkan penurun angka stunting di Kabupaten Tolitoli yakni pada 2022 angkanya mencapai 30,7 persen dan di tahun 2023 turun mencapai 29,0 persen, atau turun hingga 1,7 persen.

Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli yang diwakili Kepala Bappeda Kabupaten Tolitoli menerima piagam penghargaan Predikat Terbaik V dari 13 (tiga belas) Kabupaten/Kota se Provinsi Sulteng.

Adapun pemenang penghargaan Konvergensi Percepatan Penurun Stunting Kabupaten/Kota Tahun 2024 yakni Terbaik 1 diraih Kabupaten Parigi Moutong (124 Point), Predikat Terbaik 2 diraih Kota Palu (122 point), Predikat Terbaik 3 diraih Kabupaten Tojo Una-Una (115 point), Predikat Terbaik 4 diraih Kabupaten Banggai Kepulauan (110 point), Predikat Terbaik 5 diraih Kabupaten Tolitoli (108 Point) dan Predikat Terbaik 6 diraih Kabupaten Sigi (104 point) atas prestasi dalam penilaian kinerja 8 (delapan) aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi Kabupaten/Kota se Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2024, selain piagam Penghargaan Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli juga mendapatkan Bonus sebesar Rp 100.000.000. (adv/ham)