Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Kekhawatiran terhadap semakin lunturnya semangat kebangsaan di kalangan generasi muda kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Balikpapan. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menilai derasnya arus digitalisasi dan tren media sosial membuat banyak anak muda lebih akrab dengan konten hiburan ketimbang sejarah perjuangan bangsanya sendiri.

Kepala Kesbangpol Balikpapan, Sutadi, menegaskan perlunya langkah konkret untuk kembali menanamkan nilai nasionalisme sejak dini. “Kalau kita lupa sejarah, maka kita kehilangan arah sebagai bangsa. Pesan Bung Karno itu bukan sekadar jargon, tapi pengingat yang relevan di era digital ini,” tegasnya, Selasa (8/7/2025).

Menurut Sutadi, salah satu indikator yang memprihatinkan adalah lemahnya pemahaman terhadap Pancasila. Masih banyak pemuda yang belum hafal lima sila secara utuh, apalagi mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Kalau ditanya isi Pancasila saja masih bingung, ini tanda bahaya. Pendidikan kebangsaan harus dikemas dengan pendekatan baru yang sesuai dengan pola pikir anak muda,” ujarnya.

Sebagai upaya memperkuat benteng ideologi, Kesbangpol Balikpapan menggandeng DPRD, Forum Wawasan Kebangsaan, hingga jaringan Panca Mandala. Salah satu program yang disorot adalah Kampung Pancasila di Graha Indah, yang dinilai berhasil menghadirkan praktik nyata nilai gotong royong, toleransi, dan persatuan di tingkat masyarakat.

Sutadi menekankan bahwa anak muda membutuhkan metode penyampaian yang lebih kreatif agar pesan kebangsaan mudah diterima. “Bisa melalui konten digital, permainan interaktif, atau simulasi kebangsaan. Yang penting menyentuh cara berpikir generasi mereka,” jelasnya.

Ia berharap gerakan ini bukan sekadar seremonial, melainkan mampu membentuk karakter generasi muda Balikpapan agar tidak hanya unggul di bidang teknologi, tetapi juga memiliki pondasi ideologi yang kuat. “Kita ingin mereka tumbuh menjadi anak-anak bangsa yang bangga dengan jati dirinya, mencintai tanah air, dan siap menjaga persatuan,” pungkasnya.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, Kesbangpol berharap Balikpapan bisa menjadi contoh kota yang tidak hanya berlari dalam pembangunan fisik, tetapi juga membangun generasi muda yang kokoh secara nasionalisme. (Adv/DiskominfoBpp)